Waspadai Nyeri Punggungmu

Tulang belakang.
Sumber :
  • Pixaabay/pexels

Ia menyebut nyeri tulang belakang datang secara gradual. "Misalnya ada tanda-tanda nyeri disertai kesemutan atau baal yang menjalar itu harus waspada bisa jadi kemungkinan ada masalah di tulang belakang."

img_title Hati-Hati Sering Bunyikan Leher Saat Pegal Bisa Berujung Fatal

Salah satu penyakit tulang belakang yang paling ditakuti adalah 'saraf kejepit' atau HNP. HNP adalah singkatan dari Herniasi Nukleus Pulposus (Herniated Nucleus Pulposus) artinya adanya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang sehingga penonjolan tersebut menekan saraf sebagai akibatnya timbullah rasa sakit, kesemutan, dan kelemahan pada anggota gerak yang dipersarafi bisa punggung, pinggang, lengan atau tungkai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gejala nyeri yang timbul mulai dari nyeri yang menjalar dari daerah tulang belakang ke tangan disertai kesemutan disertai rasa baal itu tandanya saraf kita terjepit," ujar dr Lutfi.

img_title Mengenal Bedah Endoskopi Spinal: Solusi Minimal Invasif untuk Masalah Tulang Belakang

Ciri khas nyeri yang disebabkan saraf terjepit adalah rasa nyeri yang dialami tidak bisa ditunjuk di satu titik dan nyeri terasa hebat saat bangun tidur.

Stres Jadi Pemicu

img_title Tak Perlu Operasi, Penyakit Tulang Belakang Bisa Diatasi dengan Perawatan Non Bedah

Banyak masyarakat yang menduga bahwa masalah tulang belakang erat kaitannya dengan usia lanjut, padahal kenyataannya tidak demikian, banyak hal pemicunya, yang paling sering muncul adalah gaya hidupnya.

"Pasien yang datang usia produktif dari 20-30. Pemicunya adalah sikap dan pekerjaan yang salah, duduk terlalu lama dan continue, seperti berkendara, juga sedentari."

Selain itu ada faktor risiko yang terkait dengan pekerjaan, termasuk kerja fisik yang berat, melakukan pekerjaan dengan posisi statis seperti berdiri diam atau duduk di satu tempat dalam waktu lama.

"Pada orang yang pekerjaannya sering menggerakkan misalnya polisi atau sopir taksi, biasanya sering mengalami gangguan nyeri leher," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Stres juga berpengaruh. Lebih lanjut ia membahas stres juga mampu memicu. "Stres kaitannya dengan sikap badan yang tidak proporsional dan selain itu malas bergerak yang mengakibatkan tulang belakang bebannya terlalu berat."

Banyak rumor beredar soal ketakutan masyarakat akan operasi tulang belakang. Data Riskesdas menyebutkan bahwa dari 10 pasien yang ditawarkan operasi, 9 memilih mencoba pengobatan lain di antaranya pengobatan non medis seperti herbal, tradisional atau akupuntur.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut