Waspadai Nyeri Punggungmu
- Pixaabay/pexels
Di lain sisi beberapa orang juga meyakini bahwa operasi tulang belakang tinggi risiko kegagalan sehingga menyebabkan kelumpuhan.
Padahal nyatanya tidak demikian, teknologi bedah orthopedi sudah banyak berkembang, tujuannya untuk mengobati dengan seminimal mungkin intervensi.
"Risiko terjadi kelumpuhan dalam operasi tulang belakang itu multifaktorial. Ada risiko lumpuh kalau yang dioperasi di daerah tertentu yang vital, atau karena penyakit tertentu misalnya tumor dalam saraf, itu berisiko besar."
Untuk operasi di area lumbar risiko untuk lumpuh hampir nihil. "Kalau di cervical kemungkinan terjadi lumpuh hanya di bawah 1 persen. Untuk di area thoracal 0,5 persen ke bawah. Apalagi di pinggang itu kelumpuhan bisa dibilang nol."
Di sisi lain, teknologi bedah orthopedi sudah banyak berkembang salah satunya Minimally Invasive Surgery.
"Jadi seminimal mungkin organ yang dicederai. Tujuannya untuk meminimalisir rasa sakit pasca operasi."
Dulu teknik operasi tulang belakang disebut dengan Laminektomi adalah prosedur pembedahan untuk membebaskan tekanan pada tulang belakang atau akar saraf tulang belakang yang disebabkan oleh stenosis tulang belakang yaitu dengan melakukan sayatan pada kulit, otot kemudian pada tulang belakang yang sebagiannya dibuang atau dikikis. Kemudian menyayat lagi ligamen untuk menyisihkan saraf, baru mengambil jepitan bantalan tulang pada pasien.Â
Bedah semacam itu tentunya menimbulkan luka besar, tentunya membutuhkan obat pereda rasa sakit yang kuat.
"Setelah operasi dibutuhkan painkiller yang kuat bahkan bisa morfin. Lalu recoverynya bisa lama sekali."
Selain Minimally Invasive Surgery, tindakan operasi minimal sayatan juga dilakukan operasi endoskopi.
Operasi ini memberi efek yang sangat baik untuk mengatasi keluhan nyeri pinggang belakang yang menjalar ke kaki yang biasanya disebabkan oleh jepitan saraf murni akibat HNP tanpa disertai pergeseran tulang belakang (instabilitas).
Dilansir WebMD, prinsip tindakan endoskopi adalah mengurangi atau mengambil bantalan HNP yang menjepit saraf sehingga saraf tersebut terbebas.
Jenis-jenis teknik endoskopi ada tiga, yaitu interlaminar, posterolateral, dan transforaminal. Yangpaling digemari adalah teknik transforaminal, teknik ini dapat dilakukan dengan bius lokal (pasien sadar) dengan posisi tengkurap, dengan satu lubang operasi dengan lebar hanya sekitar 0.5-0,8 sentimeter sehingga pada sebagian besar kasus tidak dibutuhkan jahitan (stitchless technique) atau operasi tanpa perlu jahitan. Hal tersebut dikarenakan instrumen-instrumen bedah yang digunakan berdiameter rata-rata 0.5 cm.