Obat Kuat Pelemahan Rupiah
- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
"Turki dan Argentina memiliki defisit transaksi berjalan yang cukup lebar," tegas Bhima.
Perkara defisit ini pun menjadi penyebab rupiah melemah. Selain memang penyebab utamanya adalah tekanan global yang terjadi seperti perang dagang AS-China.Â
Baca juga: Loyonya Rupiah Bisa Berdampak Pada Minat Masyarakat Beli Rumah
Karena meskipun fundamental ekonomi RI baik, besarnya defisit transaksi berjalan yang dimiliki membuat RI disamakan oleh pelaku pasar keuangan dengan negara-negara berkembang yang saat ini terpapar krisis.Â
Sejumlah langkah kebijakan pun diterbitkan pemerintah sebagai obat kuat rupiah dan untuk menekan defisit transaksi berjalan. Antara lain, kebijakan mandatori campuran minyak sawit 20 persen di bahan bakar minyak (BBM) solar yang diterapkan pada 1 September ini.
Kemudian ada pula rencana pembatasan impor 500 komoditas yang aturannya akan dikeluarkan dan berlaku dalam waktu dekat. Pemerintah pun mengimbau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengerem impor yang dilakukan.Â
"Memang saat ini kami coba selalu tekankan (ke perusahaan BUMN) sekarang adalah bagaimana kita mengurangi impor," ujar Rini di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018.
Bahkan, Pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan telah menyepakati strategi percepatan pengembangan sektor pariwisata.
Strategi ini didorong lantaran sektor pariwisata dianggap sebagai sektor yang paling cepat dan mudah untuk menghasilkan devisa yang banyak bagi Indonesia. Sehingga, defisit transaksi berjalan Indonesia dapat ditekan dan tidak melebar melebihi tiga persen terhadap PDB.
Baca juga: Rupiah Dekati Level Krismon, BI Beri Sinyal Kembali Naikkan Suku Bunga
"Pariwisata itu begitu cepat bisa menghasilkan tingkat hasilnya atau quick yielding. Pariwisata bisa dorong Pertumbuhan Ekonomi, bisa memperkuat keberlanjutan ekonomi dan mengurangi kemiskinan," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo di Yogyakarta, Rabu 29 Agustus 2018.Â
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan optimistis, jika sektor pariwisata tersebut dapat dikembangkan dengan baik bersamaan dengan kebijakan pembatasan impor yang telah dilakukan pemerintah, permasalahan defisit transaksi berjalan RI bisa teratasi. Sehingga pada akhirnya nilai tukar rupiah dengan sendirinya menguat.Â