Abrakadabra Jack Ma
- www.alizila.com
VIVA – Sorot dunia perdagangan elektronik atau e-commerce sepekan terakhir ini tertuju pada sosok Jack Ma. Pertengahan pekan lalu, diam-diam pendiri Alibaba itu dikabarkan akan pensiun.
Kabar itu langsung menyedot perhatian dan terus bergulir liar di pemberitaan. Kabar Jack Ma mau pensiun makin deras dengan pemberitaan dari New York Times. Koran ini menulis tegas dalam headline mereka, Jack Ma, China’s Richest Man, to Retire From Company He Co-Founded.
Surat kabar South China Morning Post (SCMP) langsung merespons kabar tersebut. Media yang dibeli perusahaan Jack Ma itu membantah bosnya akan pensiun.
Surat kabar itu menegaskan, Jack Ma justru akan mengungkapkan strategi penting bagi pengelolaan Alibaba agar perusahaan ini makin moncer. SCMP menuliskan, Senin 10 September 2018, Jack Ma akan mengungkapkan apa saja langkah strategis yang akan dilakukan.Â
Abrakadabra, ternyata tak jauh dari pemberitaan sebelumnya, pada Senin 10 September 2018, Alibaba mengumumkan Jack Ma akan pensiun dari perusahaan dan menyerahkan kursi Executive Chairman Alibaba Group kepada Kepala Eksekutif Alibaba Group Daniel Zhang.Â
Namun, Jack Ma akan pensiun setahun setelahnya alias 10 September 2019. Dalam suratnya, bos Alibaba itu menegaskan waktu transisi setahun ini bertujuan agar proses peralihan nakhoda Alibaba bisa berjalan semulus dan selancar mungkin.Â
Manusia yang kekayaannya mencapai Rp530 triliun itu tak akan langsung meninggalkan Alibaba begitu saja. Setelah pensiun tahun depan, Jack Ma akan benar-benar melepas kendali perusahaan pada 2020. Â
Sosok pengganti Jack Ma bukan orang sembarangan. Jika di internal Alibaba, Jack Ma disapa 'Guru Ma' maka Zhang disebut sebagai xiaoyaozi atau 'pria bebas dan tak terkekang'. Ungkapan ini berasal dari karakter sebuah novel dan telah muncul di kartu nama, pernyataan pers, dan dalam literatur Alibaba.
Sosok Zhang juga dikenal punya pengaruh besar dalam menciptakan standar belanja daring. Zhang merupakan sosok di balik populernya festival belanja di China, Single Day yang merupakan festival serupa Black Friday dan Cyber Monday di Amerika Serikat.
"Pikiran analitisnya tidak tertandingi. Dia memegang misi dan visi kami. Dia memiliki tanggung jawab dengan passion, dan dia memiliki keberanian untuk berinovasi serta menguji bisnis model," kata Jack Ma dilansir dari South China Morning Post.