Adu Kuat Enggar dan Buwas, Perlukah Impor Beras?

Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Umarul Faruq

VIVA – Perselisihan kebijakan impor beras antara Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, telah menciptakan kegaduhan dalam pemerintahan. Hal ini pun menjadi sorotan publik dan menunjukkan tidak solidnya pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengambil kebijakan pangan. 

img_title Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman 10 Bulan, Optimistis Indonesia Lolos Ancaman El Nino Godzilla

Diketahui perseteruan ini muncul setelah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, menyebutkan Badan Urusan Logistik (Bulog) meminta perpanjangan perizinan impor beras sebanyak 440 ribu ton. Perpanjangan izin impor tersebut diminta karena negara pengekspor, yaitu India dan Pakistan tengah menghadapi cuaca buruk sehingga mengganggu pengapalan beras. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan impor ini ditandatangani Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, tertanggal 18 Juli 2018, dengan nomor B 932/II/DU000/07/2018. Keputusan untuk impor beras ini juga berdasarkan rapat koordinasi pada Agustus 2018. 

img_title Prabowo Singgung Kelompok Suka Nyinyir: Nggak Apa-apa, Kita Kerja dengan Bukti

Namun, Budi Waseso membantah mengajukan izin impor beras ke Kementerian Perdagangan. Ia menegaskan impor beras tidak perlu dilakukan karena produksi petani lokal mampu memenuhi kebutuhan nasional. 

"Tapi faktanya tidak ada impor baru, saya tidak pernah minta izin impor baru. Saya hanya memperpanjang karena surat itu sudah kedaluwarsa," ucap Buwas, panggilan akrab Budi Waseso, di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018.

img_title Setoran Bea Masuk Kuartal I-2025 Turun, Imbas RI Setop Impor Beras dan Insentif Kendaraan EV

Dia juga memastikan tidak akan ada impor beras hingga akhir 2018, karena menurutnya stok beras di Bulog saat ini masih lebih dari cukup untuk konsumsi dalam negeri.

"Hari ini ada yang menyampaikan kalau Bulog itu harus impor, dia tidak mengerti. Ironisnya, ini mantan orang Bulog. Jangan jadi pengkhianat bangsa ini, darimana perhitungan itu?" ujarnya. 

Merespons sikap Buwas yang menolak impor beras, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, kembali menegaskan bahwa kebijakan impor beras berdasarkan hasil rapat koordinasi. Namun, ia tidak mempermasalahkan jika Buwas menolak kebijakan tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Iya enggak apa-apa (tidak impor), jangan diperpanjang izinnya. Loh ya terserah, yang pasti rapat kordinasi memutuskan jumlah total itu 2 juta, itu keputusan rakor bukan keputusan saya, Bulog juga ada di situ," ujar Enggartiasto saat kunjungan ke Gudang Gakoptindo di Jakarta Barat, Rabu 19 September 2018.

Ia menjelaskan bahwa keputusan impor beras berdasarkan undang-Undang (UU) pangan dan Peraturan Presiden (PP) yang diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor). Sehingga pihaknya mengeluarkan surat tugas impor kuota 2 juta ton kepada Bulog. Keputusan melakukan impor beras ini karena pemerintah menilai produksi nasional kurang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut