Kampanye Damai, Jangan Cuma Jargon
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Gara-gara insiden itu, tak ada satupun perwakilan dari pimpinan Partai Demokrat yang naik panggung dan menandatangani komitmen deklarasi kampanye damai. Namun, KPU memastikan tidak memberikan sanksi bagi Demokrat. Sebaliknya, kehadiran Partai Demokrat di acara tersebut sudah menjadi sinyal mendukung komitmen kampanye damai, walau tidak ikut tanda tangan.
Selanjutnya, antihoaks dan SARA>>>
Anti hoaks dan SARA
Di luar hiruk pikuk deklarasi kampanye damai di kawasan Monas, para capres cawapres sudah dihadapkan segudang agenda kampanye panjang, enam bulan hingga hari pencoblosan, 17 April 2019.
Pastinya, segala keperluan logistik dan strategi kampanye mesti dilakukan tim kampanye secara terencana dan tepat sasaran.
Dari kubu Prabowo-Sandi misalnya, di awal masa kampanye ini lebih banyak digunakan untuk konsolidasi tim pemenangan dan menyapa relawan pendukung, seperti yang dilakukan Prabowo Subianto di Gedung Smesco Jakarta, Minggu 23 September 2018. Prabowo meminta tim pemenangannya menggunakan cara yang positif selama kampanye.
"Kita sudah sepakat tadi pagi kampanye damai. Tapi namanya kampanye, yang harus kita utarakan kebenaran, fakta, secara damai, benar. Kita tidak mau SARA," kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan, selama ini para pendukungnya kerap di-framing menggunakan isu-isu SARA. "Padahal, kita mengerti bahwa kita juga lebih Pancasilais dari yang lain. Pribadi saya, saya tidak mau tonjolkan, sedari muda pertahankan NKRI berdasarkan UUD dan Pancasila," ujar mantan Danjen Kopassus itu
Ia menegaskan, cita-cita para pendiri bangsa adalah mempersatukan Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku, ras atau etnis, hidup rukun dan damai. Selain itu, menurut Prabowo, para pendiri bangsa juga bercita-cita untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Itulah kenapa, Prabowo-Sandiaga membentuk tim pemenanganya dengan nama Koalisi Indonesia Adil Makmur. Nama itu dipilih untuk mengekpresikan cita-cita para pendiri bangsa sejak negara Indonesia didirikan, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.
"Rakyat ingin keadilan dan kemakmuran, mereka belum merasakan. Itulah tujuan kita menegakkan keadilan dan merebut kemakmuran," ujar Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menambahkan bahwa apa yang akan diperjuangkannya bersama Sandiaga Uno bukanlah sesuatu yang baru. Namun, meneruskan apa yang diperjuangkan oleh pendiri bangsa Indonesia.