Kampanye Damai, Jangan Cuma Jargon

Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maaruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beserta sejumlah pejabat KPU, Bawaslu dan DPR melepas merpati secara bersama-sama saat acara Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawas
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

"Misalnya kan, kita sepakat pakaian adat saja dan tidak membawa partai, apalagi membawa atribut (capres-cawapres). Kenyataan, yang begitu banyak," ungkapnya.

img_title Viral Video Lawas Mahfud MD pada Tahun 2019: Semua Pemilu Dituduh Curang oleh yang Kalah

Belakangan, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengungkap alasan lain SBY walk out dari iring-iringan. Melalui akun Twitternya, @AndiArief__, Ia mengatakan bahwa ada provokasi yang dilakukan oleh oknum relawan Jokowi-Ma'ruf, saat iring-iringan mobil SBY melintas di kawasan Monas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"PROJO memprovokasi pilpres damai menjadi pilpres anarkis. WAKTU  mobil karanval pak SBY lewat, relawan projo teriak2 bang dukung jokowi dan merangsek mendekat ke rombongan SBY. SUDAH keterlaluan," tulis Andi Arief di akun Twitternya.

img_title Rektor Pakuan: Klaim Menang Pilpres 2019 Agar Disikapi Hati-hati

Atas berbagai keberatan itu, Hinca memastikan, Partai Demokrat telah melakukan protes keras ke KPU. "Saya telah menulis protes keras kepada ketua KPU, saudara Arief Budiman, dan cc-nya Ketua Bawaslu. Ketua Bawaslu sudah jawab, katanya saya ingatkan tadi Pak Arief," katanya.

Ketua KPU Arief Budiman langsung merespons protes SBY. Ia menegaskan, munculnya atribut pendukung Jokowi-Ma'ruf di luar dari agenda dan karnaval resmi. "Sebetulnya, sudah kita atur itu semua di dalam jalur karnaval, karena kalau di luar itu kita tidak bisa tuntut," kata Arief di Monas, Jakarta, Minggu 23 September 2018.

img_title PKB Mengadu ke KPU Lamongan

KPU, kata dia, tidak bisa membatasi pendukung yang datang ke lokasi dan berada di luar iring-iringan karnaval resmi menggunakan atribut pendukung Jokowi-Ma'ruf di sekitar Monas. KPU juga tak bisa memberikan sanksi kepada relawan paslon, apalagi saat ini sudah masuk masa kampanye resmi.

"Ini sudah masa kampanye, artinya orang boleh saja kampanye sepanjang regulasi dipatuhi. Khusus acara ini semua terkontrol, jumlah kaos dan atribut diberikan semua diperlakukan adil," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, relawan Pro Jokowi (Projo) membantah tudingan Partai Demokrat, memprovokasi iring-iringan SBY di acara deklarasi kampanye damai di Monas. Ketua Projo, Budi Arie menilai, sikap SBY yang walk out pada acara itu berlebihan. Ia meminta, kubu SBY tidak mendramatisir hal tersebut.

"Enggak ada yang memprovokasi, enggak ada yang berbuat di luar ketentuan acara, jangan lebay lah, jangan lebay lah," kata Budi di kawasan Monas, Jakarta, Minggu 23 September 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut