12 Vaksin Anak Negeri yang Mendunia
- ANTARA FOTO/Ampelsa
Research and Development Bio Farma, Neni Nurainy menyebut bahwa produknya telah Go Internasional.
"Produk kami sudah diekspor ke 130 negara, dan 49 diantaranya adalah OKI (Organisasi Konferensi Islam). Selain itu kami juga sudah diakui oleh WHO, artinya vaksin yang kami hasilkan adalah bahan yang aman dan dijamin badan kesehatan dunia," ujar dalam diskusi vaksin, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Hal ini tentu saja menjadi sebuah prestasi bagi Indonesia sebab dengan dipercayanya Indonesia dalam hal pengembangan vaksin dan bio teknologi, maka negara-negara Islam dunia akan mengacu pada pengembangan produk medis Indonesia termasuk dalam hal pengujian kehalalan.
![]()
Perjalanan panjang melalui uji ketat
Proses untuk mencapai pengakuan dunia tidaklah mudah. Dirut PT. Biofarma, Juliman menyebut bahwa semua vaksin yang diproduksi Bio Farma untuk program (ORI), program imunisasi nasional dan ekspor, sangat terjamin kualitas, keamanan, dan khasiatnya.
"Seluruh vaksin yang diproduksi Bio Farma, telah melewati seragkaian pengujian yang ketat, untuk mendapatkan release (ijin edar) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Bahkan untuk dapat mengekspor vaksin, produk Bio Farma harus diaudit oleh WHO", ujar Juliman dilansir lewat website kemenkes RI Selasa 25 September 2018.
Tak hanya soal kualitas vaksin, Biofarma juga berkomitmen akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri, sehingga permintaan ekspor telah dinegosiasi untuk dijadwal ulang setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Pengalihan pasokan ekspor hanya diperuntukkan bagi vaksin yang mengandung difteri saja.
"Sedangkan untuk vaksin lain seperti campak, polio, dan sebagainya masih tetap dapat kami penuhi untuk kebutuhan ekspor", imbuhnya.
Selain itu, Biofarma sudah dijadikan center of excelent untuk mensuplai negara-negara Islam yang tergabung di dalam Organisasi Kesehatan Islam (OKI).
"Bahkan Arab Saudi pun mengambil dari Biofarma. Dari 57 negara OKI ada 7 yang memproduksi vaksin, tapi yang diakui WHO itu Biofarma. Dari situ saja kita sudah bisa melihat, vaksin ini aman bagi umat muslim".
Sementara itu Neni menjelaskan bagaimana Bio Farma mampu mendapatkan sertifikasi WHO.
"Pertama kalau untuk masuk prakualifikasi WHO, yang bersangkutan harus mendaftar di negara-negara yang diakui WHO. Artinya setelah setahun registrasi kami akan mengajukan dokumen ke WHO nanti WHO akan menguji sample yang kita ajukan di lab internasional," ujarnya kepada VIVA lewat sambungan telepon Selasa 25 Maret 2019.