Ekonomi Dunia Ruwet, Rupiah Makin Loyo

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

"Dampaknya terhadap APBN, sudah sering disebutkan oleh Bu Menteri (Menteri Keuangan Sri Mulyani) beberapa kali, yakni setiap rupiah mengalami pelemahan, pendapatan meningkat, dan pengeluaran juga meningkat. Tetapi, efek selanjutnya pendapatan meningkat lebih tinggi dari pengeluaran," kata Suahasil, saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Kamis 4 Oktober 2018.

img_title Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Masih Tembus Rp18.000, Ini Biang Keroknya

Seorang karyawan melayani penukaran uang dolar AS di Jawa Timur

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan menembusnya nilai tukar rupiah di atas Rp15.100 per dolar AS, dinilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak perlu dikhawatirkan pengaruhi kondisi perbankan di Indonesia.

img_title Penyebab Rupiah Melemah Hari Ini, Serangan di Arab Saudi hingga Harga Minyak Dunia Meroket Jadi Biang Kerok

Sebab, kondisi perbankan Indonesia saat ini memiliki catatan statistik, yang menunjukkan aspek ketahanan yang tinggi terhadap dinamika kenaikan suku bunga.

"Pihak perbankan kan, nyatanya tidak menaikkan 100 persen sektor peminjaman. Jadi, sebenarnya kredit masih menggeliat," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso Wimboh di kantornya, Kamis 4 Oktober 2018.

img_title Rupiah Melemah ke Rp17.918 per Dolar AS, Pasar Waspadai Data Inflasi AS

Dia pun menegaskan, untuk saat ini kondisi perbankan nasional masih baik-baik saja, dengan capaian kredit 12,12 persen per Agustus 2018, serta peningkatan pertumbuhan kredit di atas 13 persen di akhir tahun.

Tak hanya itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menjelaskan tak perlu dikhawatirkannya kondisi pelemahan rupiah terhadap kondisi perbankan juga bisa dilihat dari amannya supply dan demand.

D imana, kata dia, capital adequacy ratio (CAR) masih sangat strong di atas 20 persen, atau di atas batas minimum internasional CAR, yaitu sebesar 8,5 persen.

CAD harus segera turun

Melemahnya rupiah terhadap dolar yang diperkirakan berlangsung jangka panjang tentunya harus segera di atasi dengan sejumlah langkah cepat dan kongkrit oleh pemerintah.

Pengamat Ekonomi dari PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual mengatakan, dapat bertahan tidaknya ekonomi Indonesia dalam periode ketidakjelasan ini tergantung dari upaya pemerintah mengurangi masalah dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, masalah yang masih menjadi perhatian para investor global terhadap ekonomi Indonesia adalah masih tingginya defisit transaksi berjalan yang masih di atas 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)  

"Jadi, tergantung kita juga makanya, kita harus melakukan penyesuaian juga, adaptasi dengan kondisi ini. Ya, itu bagaimana menurunkan level dari defisit transaksi berjalan," tegas David kepada VIVA.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut