Menguji Markas Perang Pemilu Facebook

Election Security War Room Facebook.
Sumber :
  • News Room Facebook

VIVA – Facebook mengambil hikmah betul dari Pemilu Presiden Amerika Serikat pada 2016. Dua tahun lalu, upaya merecoki Pemilu AS itu dilakukan melalui media sosial salah satunya Facebook. 

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Belajar dari kasus itu, selama dua tahun terakhir ini, Facebook mengakui serius berupaya menjaga pemilu di berbagai negara. Media sosial raksasa itu melangkah lebih serius pada tahun ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk pertama kalinya mereka membangun ruangan khusus atau war room pemilu yang bernama Election Security War Room Facebook. Bahasa mudahnya adalah Markas Perang Facebook untuk Pemilu. 

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Markas perang ini dihadirkan dengan semangat keseriusan Facebook untuk menangkal upaya yang ingin menggagalkan atau mengacaukan pemilu di berbagai negara. 

Ruangan khusus pemantau pemilu ini terletak di markas pusat Facebook di Menlo Park California, Amerika Serikat. Ruangan ini memantau siapa saja yang menggunakan Facebook untuk tujuan jahat dan mengacaukan pemilu.

img_title Instagram hingga WhatsApp Kini Bisa Premium, Apa Bedanya?

Facebook menyadari betul masa-masa pemilu adalah masa yang panas, pasti ada dinamika yang menghangat terlebih panasnya di media sosial dan internet. 

Selain itu, Facebook memutuskan untuk membangun markas perang secara fisik ini lantaran menyadari kemampuan pengacau pemilu yang makin naik kelas. Musuh tim war room Facebook ini makin canggih melancarkan upaya mengacaukan pemilu melalui Facebook. 

Head of Civic Engagement Facebook, Samidh Chakrabarti mengatakan, jika ada masalah mengganggu pemilu terdeteksi di platform tersebut, maka tim markas perang Facebook segera mendeteksi dan menanggapinya secara real time, secepat mungkin. 

"Tujuan kami adalah mengatasi masalah potensial yang teridentifikasi dengan para ahli di tempat kami dalam satu tempat. Identifikasi masalah itu kami lakukan secara real time dan merespons dengan cepat," tutur Chakrabarti dalam keterangannya di laman Facebook.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chakrabarti yang mengawasi war room itu mengungkapkan, di dalam ruangan ini terdapat 24 desk dan 17 layar terpampang untuk 24 karyawan yang bekerja dan memantau konten pemilu.

Tim markas perang Facebook itu bertugas mendeteksi spam membahayakan dan ujaran kebencian, sampai informasi hoax yang berpotensi mengacaukan pemilih dalam tahapan pemilu. Mereka menggunakan software yang dikustomisasi untuk tujuan deteksi konten negatif tersebut. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut