Tersulut Aksi Bakar Bendera
- VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
"Kami berpegangan pada hukum positif, hukum pidana yang ada di Indonesia, sehingga perspektif kami adalah hukum pidana. Itu lah fakta yang kami peroleh, nah besok akan saya jelaskan," katanya.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto meyakini bendera yang dibakar saat peringatan hari santri nasional di alun-alun Limbangan Kabupaten Garut adalah bendera HTI.
“Hasil pemeriksaan bendera yang diambil dan dibakar itu adalah bendera HTI. Terdapat tiga anggota Banser yang melakukan Pembakaran bendera HTI,” tegas Agung di Bandung.
Adapun kejadian tersebut berawal saat sebelum dilaksanakannya perayaan HSN ke-3, seluruh santri dari seluruh ormas yang ada di wilayah Kecamatan Limbangan, Garut menandatangani perjanjian untuk melaksanakan perayaan HSN damai.
Perbedaan bendera
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengakui pembakaran bendera hitam berlafaz Tauhid di Garut benar dilakukan oleh anggotanya. Namun, Gus Yaqut menegaskan anggotanya tidak bermaksud membakar kalimat tauhidnya tapi yang dibakar adalah bendera ormas yang sudah dibubarkan pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ustaz Muhammad Arifin Ilham melalui akun Facebooknya merilis video yang menjelaskan asal usul bendera hitam berlafaz Tauhid yang dibakar oknum Banser. Ustaz Arifin merujuk pada Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas RA, bahwa "Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih"
Ar Rayah merupakan panji perang Rasulullah berwarna hitam bertuliskan lafaz Tauhid 'Laa ILaaha Illaallah Muhammadar Rosulullah' berwarna putih. Sedangkan Liwa merupakan bendera Rasulullah berwarna putih juga bertuliskan lafaz Tauhid tapi berwarna hitam.
Penegasan soal kalimat Tauhid dalam Ar Roya bertuliskan kalimat Tauhid disampaikan Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitabnya Fathul Bari (VI/147), merujuk Hadist Nabi dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rayah Rasulullah berwarna hitam dan Liwa berwarna putih tertulis di situ 'Laa ILaaha Illaallah Muhammadar Rasulullah'.
"Oleh karenanya ini bukan bendera ormas, ini adalah benderanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam," terang narasi dalam video yang diunggah Facebook Ustaz Arifin Ilham.