Diabetes Ancam Remaja

Ilustrasi pengecekan diabetes.
Sumber :
  • Pixabay/TesaPhotography

Sementara itu, orang-orang di rentang usia sama yang mengalami pradiabetes dilaporkan mencapai 116 juta jiwa. Pradiabetes itu terdiri atas toleransi glukosa terganggu (TGT) dan gula darah puasa terganggu (GDPT).

img_title Penderita Diabetes Tak Harus Berhenti Makan Karbohidrat, Ini 7 Pilihan yang Lebih Ramah Gula Darah

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa gejala-gejala diabetes tipe 2 dan pradiabetes sudah mulai tampak pada usia remaja, yaitu sekitar usia 15 tahun. Kemenkes juga mencatat bahwa setidaknya ada 8 juta orang usia 15 tahun ke atas yang mengidap diabetes di Indonesia, tapi belum mendapat diagnosis resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, data ini tidak mencatat kasus diabetes tipe 1 yang biasanya dimiliki anak sejak lahir karena faktor keturunan. Diabetes tipe 1 bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 karena dipengaruhi oleh kebiasaan gaya hidup yang buruk.

img_title Sering Dianggap Musuh Gula Darah, Benarkah Nasi Harus Dihindari Penderita Diabetes?

Banyak yang tak sadari gejalanya

Dilansir laman Web MD, diabetes miletus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara efektif. Insulin merupakan hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah.

img_title Prediabetes Bisa Berujung Diabetes, Hindari 10 Pantangan Ini Mulai Sekarang

Penyakit ini pun disebut-sebut sebagai silent killer lantaran satu dari dua orang menyandang diabetes. Tidak terdiagnosis dan tidak menyadari apabila mereka terkena diabetes.

Ilustrasi anak gemuk

Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE menyebut bahwa setengah dari empat juta orang yang meninggal akibat diabetes berusia di bawah 60 tahun akibat terlambat menyadari dirinya terkena diabetes.

"2/3 orang di Indonesia enggak tahu kalau mereka kena diabetes," kata dia kepada VIVA di Jakarta Selatan.

Dia melanjutkan bahwa kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat penderita diabetes khususnya di Indonesia meningkat. 
 
Melihat tingginya prevalensi tersebut, dia pun meminta agar masyarakat untuk sadar dengan penyakit ini. Mengingat jika terlambat pendeteksiannya akan berakibat sebabkan cacat serius atau kematian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gejalanya itu, banyak makan, banyak minum, banyak kencing. Kalau sudah ada gejala ini, berarti ini adalah gejala lanjut. Jangan tunggu gejala, kalau sudah ada riwayat keluarga gula harus diwaspadai karena penyakit ini merupakan bawaan gen," kata dia.

Dia melanjutkan, jika memang ada keluarga dengan riwayat gula, masyarakat diminta untuk mengubah pola gaya hidup sehatnya. Dengan mengatur pola makan, jumlah makanan yang dikonsumsi hingga melakukan aktivitas fisik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut