Diabetes Ancam Remaja
- Pixabay/TesaPhotography
Pada umumnya, anak dan remaja yang mengalami obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami resistensi insulin.Â
![]()
Menurut National Diabetes Services Scheme, akibat resistensi insulin ini, anak dan remaja bisa terkena diabetes tipe 2, terutama jika pankreas terus tidak bisa memproduksi jumlah insulin yang cukup. Kadar gula darah mereka akan mulai meningkat melebihi batas normal.
Selain itu, selama masa pubertas, perubahan hormonal bisa meningkatkan resistensi insulin. Oleh sebab itu, diabetes tipe 2 pada anak paling sering didiagnosis ketika anak berusia remaja.Â
Bagaimana Pencegahannya?
Menurut dr. Andi Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A(K) diabetes tipe 2 pada anak sangat bisa dicegah, yaitu dengan mengubah gaya hidup, terutama pada anak yang sudah berisiko. Orangtua harus mengawasi dan memastikan kurva berat dan tinggi badan anak proporsional, jangan sampai berlebih.
"Kira-kira sampai anak berusia 10 tahun, jangan sampai berat badannya berlebih. Selalu pantau perkembangannya setiap berkunjung ke dokter. Tanyakan pada dokter apakah proporsi tubuh anak sudah ideal," jelas dr. Andi di acara 'Selamatkan Keluarga dari Diabetes' IDAI di Jakarta.
![]()
Kalau anak mengalami kegemukan, orangtua harus waspada dan berhati-hati. Setidaknya, sampai usia 10 tahun anak sudah harus memiliki proporsi tubuh ideal.Â
Tak hanya itu, dukungan keluarga juga sangat penting untuk meningkatkan dan menjaga kualitas hidup penderita diabetes.
"Bentuk dukungan seluruh anggota keluarga bagi penyandang diabetes ini bisa bermacam-macam, seperti mengantarkan berobat, mengingatkan untuk selalu minum obat, dan menyediakan makanan sehat. Sehingga, kadar gula darah pun dapat terkontrol dengan baik dan penderita diabetes dapat terhindar dari komplikasi yang dapat mengancam nyawa serta menurunkan kualitas hidup mereka," ujarnya.