Menumpas Hoax Lewat WhatsApp
- Pixabay
"Penduduk desa curiga terhadap orang-orang asing, karena selama tiga atau empat hari terakhir banyak pesan-pesan yang beredar di WhatsApp, serta dari mulut ke mulut tentang penculikan anak-anak di daerah mereka," kata Mukesh Agrawal, perwira polisi setempat.
WhatsApp Tak Tinggal Diam
Pemerintah India telah memperingatkan WhatsApp, untuk memberikan solusi yang lebih efektif demi menghentikan kekerasan massa yang terjadi saat ini.
Kabar yang dihimpun VIVA per 24 Juli 2018, sudah 20 orang di India yang digantung karena dituduh menculik anak. Sebelumnya, aparat keamanan India menangkap 25 orang atas tuduhan pembunuhan terhadap seorang warga bernama Mohammad Azzam, yang dibunuh lantaran dugaan penculikan anak.
Kabar baiknya, WhatsApp memperlihatkan itikad baik untuk menanggulangi kekacauan berdarah yang menyeretnya.
Layanan yang bernaung di bawah bendera Facebook ini, melakukan upaya keras memberantas virus hoax. Khusus di India, di mana marak terjadi kasus kematian akibat hoax yang beredar di WhatsApp, pihaknya memberlakukan aturan, hanya boleh meneruskan pesan (forward) maksimal lima kali. Sebelumnya, ada peraturan yang berlaku secara global mengenai forward pesan maksimal 20 kali.
Langkah tersebut sudah digulirkan pada Juli 2018 lalu. Kepala Kebijakan Publik WhatsApp, Carl Woog mengatakan, upaya itu merupakan salah satu perubahan besar yang dilakukan WhatsApp yang saat ini memiliki pengguna lebih dari 1,5 miliar di dunia untuk menghindari berita-berita hoax dan kepentingan politik.
"Kami percaya bahwa perubahan ini akan terus kami evaluasi dan membantu menjaga WhatsApp, seperti apa yang dirancang untuk menjadi aplikasi perpesanan pribadi," tutur Woog.
Mulai Berlaku Global
Pembatasan meneruskan pesan sebanyak maksimal lima kali itu, awalnya hanya berlaku di India. Akan tetapi belakangan ini sejumlah pengguna dari negara lain mulai berteriak karena mengalaminya pula.
Situs WABetaInfo, pada 15 Desember 2018 menulis cuitan di Twitter. Isinya pemberitahuan bahwa penerusan pesan kian dipersempit dari 20 kali menjadi 5 kali. Untuk diketahui, WABetaInfo adalah pihak yang menganalisa WhatsApp dalam versi beta dan memberitahukan kepada publik setiap pembaruannya.
Sejumlah warganet menyambut cuitan tersebut. Akun Sascha 'Puma' Taborsky @Puma185 membalas: "Sejak 5 hari lalu di Austria."