Gemuruh Tanah Ambles Gubeng
- ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Dia mengatakan secara geologi, tidak ada patahan yang terpetakan pada area tanah ambles di jalan raya Gubeng. Dengan demikian menurutnya, kecil kemungkinan amblesnya tanah tersebut akibat adanya gerak tanah yang dinamis.
"Amblesnya jalan raya Gubeng ini sebenarnya disebabkan oleh ambrolnya dinding penahan. Atau akibat konstruksi ketimbang proses alami biasa," ujarnya kepada VIVA.
Bukan gempa bumi
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menegaskan, amblesnya tanah Gubeng bukan karena gempa bumi.
Kepala Pusat Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, amblesan tanah longsor yang terjadi dengan kedalaman 30 meter dan lebar 8 meter ini merupakan murni peristiwa amblesan tanah.
Dan, ini bukan peristiwa likuifaksi yang banyak dikabarkan karena tidak ada fenomena mencairnya material tanah di lokasi kejadian.
"Berdasarkan hasil analisis gelombang seismik (kegempaan) yang tercatat, diketahui bahwa peristiwa amblesan ini bukan akibat oleh gempa bumi," kata Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya.
![]()
Ia menjelaskan, catatan kegempaan, tidak menunjukkan adanya mekanisme penyesaran batuan dan sensor kegempaan yang mencatat hanya satu sensor di lokasi terdekat amblesan tanah sehingga merupakan aktivitas lokal.
Selain soal dinding penahan yang kurang kuat, Rovicky menuturkan, perubahan muka air tanah akibat musim hujan turut membuat beban tanah menjadi makin kuat. Dia mengatakan, beban air tanah menyebabkan beban bertambah dan mengakibatkan dinding penahan tidak kuat menahan beban tanah tersebut.
Dalam ilustrasinya, Rovicky menjelaskan, muka air tanah saat musim hujan makin naik pada struktur tanah.
Kondisi ini menyebabkan penambahan beban ke dinding proyek pembangunan tersebut. Dampaknya dinding ambrol dan tanah di atasnya ambles.
Rovicky mengatakan, kasus jalan ambles itu pernah terjadi sebelumnya, yakni dinding jalan raya di Bandara Soekarno Hatta jebol dan ambles. Kalau kasus di bandara internasional ini, akibat pembangunan di atas jalan yang menambah beban ditambah lagi muka air tanah naik saat musim hujan.
![]()
Senada pakar geoteknik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Indrasurya Budisatri Mochtar mengatakan, sementara kesalahan konstruksi proyek parkir bawah tanah atau basement di sisi kanan jalan atau kontur tanah yang tidak stabil.