KPK Kembali Diteror

Pelemparan bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.
Sumber :
  • VIVA/M Edwin Firdaus

"Masih dianalisa oleh Labfor (laboratorium forensik). Ditemukan tas hitam di dalamnya ada benda, tetapi apakah itu jenis bom atau tidak masih dianalisa. Apa itu fake bomb masih didalami. Jadi, tidak terburu-buru," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu.

img_title Siswa Pelempar Molotov di Kalbar Bergabung dalam Komunitas True Crime Community

Dedi, kemudian mencontohkan fake bomb yang ditemukan di dekat Mapolres Cilacap, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Paket mencurigakan yang dihancurkan tim Gegana Polda Jawa Tengah, kala itu berisi pipa paralon, potongan paku, baterai, jam beker, potongan kabel, dan serbuk semacam pasir dicampur arang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau dilihat, semacam black powder, ternyata bukan. Setelah dibuka, tidak ada detonator sebagai pemicu. Dihubungkan dengan timer, enggak nyambung ke kabel. Tetapi, kalau ini (benda di rumah Agus) masih didalami oleh Labfor," katanya.

img_title Rekaman Detik-detik Rumah Konten Kreator DJ Donny Dilempari Bom Molotov oleh Dua Orang Pria Tak Dikenal

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa peristiwa yang terjadi di kediaman Ketua Lembaga Antirasuah sebagai bentuk teror. "Patut diduga bom. Patut diduga juga teror," ucap Dedi.

Namun, menurutnya, teror yang dilakukan di kediaman pimpinan KPK bukan aksi kelompok terorisme. Sebab, jika kelompok terorisme yang melakukan akan terencana. "Diduga, bukan profesional dan kelompok teroris. Kalau kelompok teroris, matang perencanaannya. Ini kan, tidak meledak," katanya.

img_title Meskipun Batang Kayu, Polisi Bakal Buru Pelaku Teror di Dekat Gereja Kota Bandung

Berikutnya, lawan teror

Lawan Teror

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan kasus teror bom yang terjadi di kediaman dua pimpinannya itu ke Polri. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengakui, KPK telah mendapatkan perkembangan awal dari Polri, terkait tindaklanjut dari penanganan teror bom.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polri, lanjut Febri, sudah menerjunkan tim ke lokasi yang terdiri dari unsur Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, serta melibatkan personil dari Densus 88. Selanjutnya, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan analisis forensik.

"Jadi, nanti kita tunggu bagaimana proses lebih lanjut, karena tim dari Polri sedang bekerja saat ini. Jadi, kami sampaikan juga terima kasih kepada Polri, karena responsnya cukup cepat ya, ketika informasi ini kami sampaikan pada pihak Polri," kata Febri di Gedung KPK, Rabu 9 Januari 2019.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut