Kontroversi Usai Debat Kedua Pilpres

Debat Kedua Capres
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Namun, ide-ide yang membangun dengan sebuah landasan, mengenai lingkungan, pangan, energi, infrastruktur, dan sumber daya alam. "Kami sangat optimis, bukan maksud menyombongkan diri, tapi kalau buat skor paling tidak 5-0 buat Jokowi," kata Hasto.

img_title Soal Hasil Survei Poltracking dan PPI Terkait Prabowo, Kepala Bakom Lontarkan Komentar Menohok

Adapun dari kubu Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menilai, Prabowo dalam debat itu sebagai sosok negarawan sejati. Sebab, Prabowo tidak bersikap tak terpuji, seperti menyerang secara pribadi terhadap lawannya.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pak Prabowo kalau mau menyerang-menyerang itu gampang," ujar Fadli.

img_title Banyak Kader PSI Desak Jokowi Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Ahmad Ali sebut Fakta: Itu Momen Nasional

Sementara itu, Jokowi, menurut Fadli, malah menyerang Prabowo secara pribadi ketika menyinggung kepemilikan lahan Prabowo yang luas di Aceh dan Kalimantan.

Fadli Zon

img_title 2 Tahun Prabowo-Gibran, Wantimpres Soroti Peran Negara dalam Menyejahterakan Rakyat

Soal tersebut muncul pada sesi pertanyaan tentang reformasi agraria. Saat itu, Jokowi menyebutkan bahwa Prabowo mempunyai lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur, sebesar 220 ribu hektare dan di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Jokowi menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti itu tidak dilakukan di masa pemerintahannya. 

Prabowo mengakui memiliki lahan ratusan ribu hektare di Kalimantan dan Aceh. Namun, lahan yang dikuasai itu merupakan Hak Guna Usaha (HGU) dan milik negara. "Terkait tanah itu benar, tapi itu HGU milik negara. Jadi setiap saat negara bisa ambil," ujar Prabowo.

Mengenai kepemilikan lahan itu, Jokowi mengemukakan, tidak ada serangan ke personal. “Enggak, enggak, enggak personal. Yang personal itu kalau menyangkut rumah tangga, menyangkut anak istri. Enggak lah, enggak ada personal. Itu kebijakan kok,” ujarnya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, menilai apa yang diungkapkan Jokowi itu seharusnya tidak menjadi masalah, karena data yang disampaikan benar-benar faktual. "Kalau menyerang ranah personal itu misalnya kalau yang dipersoalkan adalah cara mendapatkan atau menguasai lahannya. Tapi kan itu tidak, cuma disebutkan jumlahnya saja. Ya itu hal yang biasa saja," kata Arsul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perang Tagar

Bukan hanya soal isu serangan ke personal yang muncul usai debat kedua capres. Di media sosial Twitter, ramai tagar #02GagapUnicorn. Tagar itu muncul setelah dalam salah satu sesi debat, Jokowi sempat melontarkan pertanyaan kepada Prabowo mengenai perusahaan unicorn di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut