Kontroversi Usai Debat Kedua Pilpres
- VIVA/M Ali Wafa
"Apa yang Bapak lakukan untuk mengembangkan unicorn di Indonesia?" ujar Jokowi bertanya.
Namun, Prabowo menjawab dengan memperkirakan bahwa yang dimaksud unicorn oleh Jokowi adalah berkaitan dengan dunia online. "Unicorn maksud Bapak yang online-online itu, ya?" kata Prabowo saat memulai jawaban. Hal ini pula yang kemudian memunculkan hashtag di Twitter #02GagapUnicorn.
![]()
Unicorn yang dimaksud Jokowi adalah perusahaan startup dengan nilai valuasi di atas US$1 miliar atau setara dengan Rp14 triliun. Menurut Jokowi, Indonesia kini telah memiliki perusahaan startup unicorn, di antaranya Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.
Jagad Twitter lantas diramaikan juga dengan tagar #JokowiBohongLagi. Salah satu yang disoroti adalah ketika menyinggung soal kebakaran hutan. Menurut Jokowi, ia telah berhasil mengurangi kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menjadi momok bagi Indonesia.
Namun, menurut data dari Fitra, kerugian hutan pada 2015, mencapai Rp211 triliun, luas terbakar mencapai 2,6 hektare. Kemudian pada 2018, empat hari sebelum pelaksanaan Asian Games ditemukan titik api.
Di antaranya, di Riau berjumlah 90 titik, 13 titik di Sumatera Selatan, dan 27 titik di Bangka Belitung. "Masih terjadi kebakaran dan hotspot walaupun berkurang dibandingkan tahun 2015,” ujar Ervyn Kaffah, manajer advokasi Fitra.
Maksud pernyataan tidak ada kebakaran lahan, menurut Jokowi, setelah ditangani maka pada 2016 hingga sekarang, tidak terdengar lagi adanya bencana asap. "Artinya bukan tidak ada. Turun drastis, turun 85 persen lebih," kata Jokowi, di Pandeglang Banten, Senin, 18 Februari 2019.
Tudingan Earpiece
Masih di dunia maya, isu lain yang muncul terkait earpiece. Berdasarkan unggahan seorang warganet di Facebook, Jokowi dituding menggunakan earpiece, semacam earphone yang dipasang di telinga dan bisa mendengarkan jawaban dari pihak lain.
Tudingan Jokowi mengenakan earpiece mencuat setelah muncul foto capture Jokowi yang memainkan sebuah pulpen di tangannya, sambil memegang telinga.
Jokowi menganggap kecurigaan itu mengada-ada dan ulah orang iseng saja. Malahan, kecurigaan tersebut dapat dengan mudah menjadi fitnah dan penyebaran berita bohong. “Ada-ada saja. Itu fitnah. Fitnah seperti itu jangan diterusin-terusin," katanya di sela-sela kunjungan kerjanya Pandeglang, Banten, Senin pagi, 18 Februari 2019.