Prahara PSSI, KLB Bisakah Jadi Solusi?
- ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Pun, Edy Rahmayadi tak bisa menyelesaikan tugasnya karena mundur pada Kongres Januari 2019 lalu. Dan, Joko sulit pula meneruskan program di era Edy lantaran terjerat kasus hukum. Pun, saat Joko memimpin PSSI, kasus dugaan pengaturan skor menyeruak dan menjerat Joko.
Voters mengklaim KLB jadi jalan keluar terbaik. Sebab, lewat KLB, menurut manajer Madura United, Haruna Soemitro, aspirasi yang berkembang di masyarakat dan klub, bisa diakomodir.
"KLB harus didukung Exco dan jalan itu, menurut saya, lebih yang terbaik," kata Haruna.
![]()
Tapi, KLB tak bisa sembarangan digelar. FIFA harus berfatwa terlebih dulu. Pun, jika disetujui, setidaknya perlu ada keputusan cerdas dalam menggelar KLB.
Maksudnya adalah waktu yang tepat. CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, berharap KLB bisa digelar setelah pemilihan Presiden. Menarik, karena jangan sampai sepakbola dicampur adukkan dengan kepentingan politik nasional.
"Ya, memang KLB harus cepat diselenggarakan. Karena keadaan sudah sangat gawat. Kalau menurut saya sekarang sudah harus mulai disiapkan untuk merombak total susunan kepengurusan," ujar CEO PSM, Munafri Arifuddin, saat dihubungi VIVA, Kamis 21 Februari 2019.
"Tapi, semua juga tahu, tahun ini kan tahun politik. Jadi menurut saya, lebih baik KLB digelar setelah pemilihan Presiden dan anggota legislatif," lanjutnya. (ren)