Dilarang Menyebut Kafir

Munas Alim Ulama Konbes NU
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

"Pertama, bahwa orang Yahudi dan Nasrani, nonmuslim itu dari segi bahasa. Bahasa Arabnya, orang Yahudi dan Nasrani itu disebut dalam Alquran, kafir. Mereka tidak boleh disebut kafir, karena Yahudi, Nasrani. Ini kalimat salah. Justru karena mereka Yahudi dan Nasrani, mereka itu kafir," ujar Buya Yahya, dalam penjelasannya di channel Youtube.

img_title Prabowo Target Tutup 800 BUMN Merugi, Klaim Bisa Hemat Triliunan

"Saudaraku yang Nasrani, Yahudi, Hindu, Buddha, tolong dengar, ini ada kalimat istimewa buat anda. Kalau anda dengar sampai tuntas, jangan anda putus. Jadi sangat salah kalau mereka tidak bisa kita sebut kafir karena mereka ahli kitab, sangat salah. Karena apa? Alquran sendiri yang menjelaskan. Ayat yang anak kecil sudah hafal, lamyakunil lazina kafaru, tidak mereka orang-orang kafir. Min ahlil kitab. Ahli kitab dimasukkan. Wal musyrikin, jadi orang kafir ada ahli kitab. Ada orang musyrik, namanya kafaru, orang-orang kafir. Jadi kalau mereka tidak boleh disebut kafir, sangat salah. Karena dalam Alquran, istilah kafir sudah ada," kata Buya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca selengkapnya penjelasan Buya Yahya di sini.

img_title Seloroh Prabowo: Kalau Belajar Politik Harus Belajar dari NU!

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad, dalam video di channel YouTube, menuturkan bahwa kata kafir adalah terminologi umat Islam untuk menyebut orang yang tidak percaya. Dia menjelaskan kata kafaro, kafir, berarti menutupi, yang di dalam bahasa Inggris adalah cover.

“Kenapa dia disebut kafir, karena dia menutupi nikmat Allah. Nikmat Allah mana yang dia tutupi? Datangnya Nabi Muhammad Sallallahu allaihi wasallam," kata Ustaz Somad.

img_title Blak-blakan! Prabowo Ungkap Biang Kerok Rupiah Melemah

Ustadz Abdul Somad

Ustaz Somad melanjutkan nikmat yang paling besar dalam hidup bukan nikmat harta, nikmat istri, nikmat anak. Tapi nikmat iman dan Islam dengan datangnya Muhamamd Sallallahu allaihi wasallam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aku tak mau kau sebut kafir. Kalau kau tak mau disebut kafir maka kau bukalah nikmat itu. Gimana caranya? Sebutkan password-nya, asyhadu alla ilaha illallah waasyhadu anna Muhammadarrasulullah. Masalah gunting pita bisa menyusul belakangan," kata Ustaz yang juga akrab dipanggil UAS tersebut.

Dalam kesempatan yang lain, Ustaz Somad juga menyinggung soal penyebutan kata kafir membuat mereka marah sehingga mereka meminta disebut nonmuslim saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut