Silang Pandang soal Saham Bir DKI
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
VIVA – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk melepas saham di PT Delta Djakarta Tbk, menuai pro kontra. Ada yang setuju, ada juga yang keberatan.
Adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang melontarkan rencana untuk menjual saham di produsen bir itu. Anies menilai, pendapatan yang diperoleh dari saham tersebut tidak terlalu besar.
Menurut dia, dana penjualan saham itu lebih bermanfaat, jika digunakan untuk pembangunan untuk masyarakat. Anies pun terus berupaya merealisasikan pelepasan saham sebesar 26,25 persen dalam perusahaan yang memproduksi bir merek Anker tersebut.
![]()
Jika saham itu dijual, Pemprov DKI bisa mendapatkan dana sebesar Rp1 triliun. Adapun dividen yang didapat dari perusahaan itu, rata-rata Rp38 miliar setiap tahunnya.
Untuk itu, Anies bersurat ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, sejak Mei 2018. Namun, hingga kini belum direspons. “Itulah risikonya kalau politik, jadi rumit di situ," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 5 Maret 2019.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengakui, Anies telah mengirim surat tahun lalu. Namun, sejak surat dilayangkan, tidak ada komunikasi lagi. Dia pun, tidak menindaklanjuti surat tersebut.
Menurut Prasetyo, saham itu tidak akan merugikan Pemprov DKI Jakarta, malah memberikan keuntungan. Lantaran itu, dia menolak rencana pelepasan saham itu. "Di mana salahnya PT Delta itu? Saya berprinsip, tidak ada yang merugikan untuk pemerintah daerah. Apalagi, yang dikatakan setahun dapat (dividen) Rp50 miliar," katanya, Selasa 5 Maret 2019.
![]()
Keputusan untuk melepas atau tidaknya saham perusahaan bir tersebut, menurut Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus, menjadi salah satu tanggung jawab dari Anies. Meski DPRD menolak, Anies tetap bisa ambil keputusan untuk menjualnya.
Lantaran itu, Bestari meminta Anies tidak berlebihan dalam menangani pelepasan saham perusahaan bir tersebut. Dalam tahapan pemilihan umum, dia meminta gubernur tidak usah terlalu lebay. “Sudahlah, dalam tahapan pemilu ini, gubernur itu enggak usahlah terlalu lebay. Kalau mau jual saham bir, jual,” ujarnya.
Dukungan untuk menjual saham itu datang dari Penasihat Fraksi PPP DPRD DKI, Ichwan Zayadi. Dia menilai, memiliki saham di perusahaan bir itu lebih banyak mudarat, ketimbang manfaat untuk kepentingan masyarakat Ibu Kota.