Beban Berat di Pundak Captain Marvel
- Marvel
![]()
Di tengah misi Starforce untuk menyelamatkan mata-mata mereka, Vers ditangkap oleh Skrulls, bangsa alien yang mampu berganti wujud. Pemimpin Skrull, Talos (Ben Mendelsohn, Ready Player One) memiliki satu tujuan dan ia menjelajahi memori Vers untuk mendapatkan Lightspeed Engine, senjata yang akan menguntungkan mereka di peperangan.
Namun, penjelajahan Talos melewati memori Vers membuka kunci penglihatan-penglihatan akan masa lalu Vers sebagai Carol Danvers, yang kemudian membawanya ke planet C-53 (Bumi) di era 1990-an. Di sana ia bertemu dengan dua orang agen S.H.I.E.L.D, Nick Fury (Samuel L. Jackson), yang diceritakan masih memiliki kedua matanya, dan Phil Coulson (Clark Gregg) muda. Seperti yang diketahui, Fury ditampilkan sebagai pria bermata satu di film Avengers.
![]()
Perdebatan demi perdebatan sarkastik Carol dan Fury menjadi highlight film ini, saat Vers keluar dari peradaban maju di Hala dan masuk ke dunia berisi telepon umum dan strip malls, dengan mengenakan seragam Starforce dan berbicara tentang alien yang mampu berubah wujud.
Nostalgia era 1990-an sangat kuat di film ini. Kedua sutradaranya, Ryan Fleck dan Anna Boden memasukkan elemen futuristik ke dalam periode waktu retro, mulai dari pakaian hingga mobil.
Fleck juga mengatakan, musik adalah hal pertama yang mereka fokuskan selama pra-produksi film, dengan membuat playlist lagu-lagu lawas, seperti I'm Just A Girl (No Doubt), Come As You Are (Nirvana) dan Man on the Moon (REM) sebagai soundtrack.
Sama seperti film Guardians of the Galaxy yang melibatkan mixtapes lagu-lagu rock klasik, Captain Marvel menggunakan soundtrack lagu-lagu jadul sebagai semacam gag atau lelucon. Mereka membuat penonton bernostalgia sambil bermain humor dengan memutarkan lagu-lagu familiar dalam adegan-adegan alien.
![]()
Tak Mengagumkan Tapi Tak Mengecewakan
Kelebihan terbesar film ini terletak pada hubungan antara Carol dan pilot Air Force, Maria Rambeau (Lashana Lynch). Seperti Steve Rogers dan Bucky Barnes di Captain America, Carol dan Maria terikat oleh masa lalu dan persahabatan, sekali pun Carol tak bisa mengingatnya.