Kacau Balau Facebook
- vstory
Tren tumbangnya layanan aplikasi populer sedang terjadi. Sehari sebelumnya, Gmail juga tumbang. Selain Gmail, laporan menunjukkan Google Drive juga mengalami gangguan.Â
Untuk biang tumbangnya layanan WhatsApp, dari akun pembocor informasi soal WhatsApp, WABetaInfo memberikan sedikit 'bocoran'. Menurut catatan WABetaInfo, ada dua server Facebook yang melambat, namun tidak disebutkan server di negara mana yang lemot tersebut. Rata-rata latensi akibat gangguan ini yakni 0,4291 detik.Â
Lokasi server terdekat dengan Indonesia, yakni server Facebook di Singapura, dalam pantauan WABetaInfo dalam keadaan online normal dengan status 'true' dan latensi 0,585 detik.Â
Gangguan Facebook yang paling mutakhir ini merupakan insiden paling parah dalam sejarahnya. Bagaimana tidak, dalam sekali tumbang, empat layanan utama Facebook tidak dapat diakses oleh penggunanya di seluruh dunia.
Terakhir kali Facebook mengalami gangguan parah adalah pada 2008, ketika platform media sosial ini baru memiliki 150 juta pengguna, jauh lebih sedikit dibanding penggunanya saat ini yang mencapai 2,3 miliar.
Tumbangnya Facebook ini benar-benar membuat kacau pengguna media sosial. Laman The Verge menuliskan pengguna aplikasi kencan Tinder dan musik Spotify sampai jadi korban. Pengguna Tinder yang masuk melalui akun Facebook jadi terhambat. Saat mereka mencoba masuk, mendapatkan notifikasi fitur yang dimaksud tidak tersedia. Sedangkan pengguna Spotify meskipun bisa masuk ke aplikasi, tapi begitu keluar dari platform itu dan saat mencoba masuk kembali, akan menemukan masalah akses.
![]()
Dampak tumbangnya Facebook merembet ke anak usaha Facebook, Oculus VR. Pengguna yang memakai perangkat virtual reality ini mengalami gangguan.Â
Tak cuma layanan yang terdampak. Pengguna Facebook di berbagai belahan dunia sampai terganggu pekerjaan mereka.Â
Masalah ini juga memengaruhi Facebook Workplace, layanan bagi bisnis untuk berkomunikasi secara internal. Perancang yang berbasis di Buenos Aires, Rebecca Brroker, mengatakan kepada BBC, gangguan ini berdampak signifikan pada pekerjaan mereka.
Di Inggris, seorang konsultan pedriatik NHS mengatakan kepada BBC bagaimana stafnya kecewa lantaran tidak diberitahu info terbaru tentang pesta yang diadakan untuk seorang perawat yang pensiun setelah bekerja selama 20 tahun.