Kacau Balau Facebook
- vstory
Biangnya apa
Nah, untuk gangguan Facebook terbaru, sampai Kamis petang 14 Maret 2019, Facebook dan Instagram belum memberikan keterangan biang yang membuat layanan mereka tumbang.
Apakah biang tumbangnya layanan ini juga berkaitan dengan masalah server? Belum jelas. Data menunjukkan, biang tumbangnya Facebook pada November tahun lalu adalah cacat pada server mereka.Â
"Ada cacat (bug) di server kami yang menyebabkan beberapa orang mengalami kesulitan akses aplikasi kami. Masalah ini telah tertangani dan kami kembali pulih 100 persen untuk semua pengguna. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanannya," tulis Facebook di akun Twitternya, November tahun lalu.
Pada insiden tumbang November 2018, terjadi sebulan setelah Facebook dilanda krisis bocor data pengguna terbesar dalam sejarah Facebook. Setidaknya pada kasus ini 50 juta akun pengguna diretas.
Pada tahun lalu, petinggi Facebook mengakui ada kerentanan dalam sistem media sosial tersebut. Wakil Presiden Manajemen Produk Facebook, Guy Rosen, mengatakan kerentanan yang ada bisa dimanfaatkan oleh penjahat atau peretas untuk menggunakan seolah-olah mereka adalah pemegang akun yang sah.Â
"Ini berarti mereka bisa mengakses aplikasi pihak ketiga lainnya yang menggunakan log in Facebook," jelas Rosen tahun lalu kepada laman Tech Crunch.
Untuk tumbangnya layanan Facebook pada Kamis 14 Maret 2018, sejatinya ada petunjuk pada platform laporan celah sistem yang dimiliki Facebook. Pada platform laporan ini pun sayangnya ikut offline terdampak gangguan tersebut.Â
"Saat ini kami mengalami masalah yang dapat menyebabkan beberapa permintaan API lebih lama atau gagal secara tak terduga. Kami sedang menyelidiki masalah ini dan sedang mengerjakan resolusi," demikian tertulis dalam laporan bug Facebook.Â
![]()
Petunjuk itu belum pasti mengarah pada biang tumbangnya layanan Facebook pada Kamis 14 Maret 2019.Â
Menariknya, gangguan Facebook yang paling anyar ini beriringan dengan ancaman dari legislator sampai petinggi Amerika Serikat.Â
Belakangan ini legislator AS sedang mempertimbangkan apakah perusahaan teknologi besar, bukan cuma Facebook, harus dibubarkan.
Elizabeth Warren, yang berharap menjadi kandidat Demokrat dalam pemilihan presiden AS berikutnya, mengatakan kepada New York Times, perlunya menghentikan generasi perusahaan teknologi besar ini agar tidak menggunakan kekuatan politik mereka untuk membentuk aturan yang menguntungkan mereka.Â