Kacau Balau Facebook

Facebook.
Sumber :
  • vstory

"Dan bagaimana mereka tidak melemparkan kekuatan ekonomi mereka untuk memadamkan atau membeli setiap pesaing potensial," ujar Warren di harian tersebut. 

img_title Meta Indonesia Ungkap AI bikin Iklan Makin Nempel, Pengguna Facebook dan Instagram Naik Tajam

Dalam kampanyenya, Warren mengkritik keberadaan Amazon, Google, dan Facebook, karena ketiganya menjadi penguasa ekonomi. Ia berencana 'menghancurkan' ketiganya, jika terpilih menjadi presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warren mengatakan, kekuatan dari ketiga perusahaan itu merupakan ancaman besar dan harus menjadi perhatian pemerintah.

img_title Viral! Helm Dicuri Muncul di Marketplace, Korban Kaget Pelaku Pakai Seragam Dishub saat COD

Ia juga berencana meloloskan undang-undang untuk perusahaan yang memiliki pendapatan tahunannya di atas US$25 miliar.

Salah satunya, mengenai standar penggunaan yang adil dan tidak mendiskriminasi penggunanya. Kemudian, platform juga akan dibatasi dalam hal berbagi data untuk pihak ketiga.

img_title Modus Baru Penipuan di Jakarta Barat: 2 Polisi Gadungan Tipu Jual Beli Motor via Facebook

Nasib integrasi Facebook

Tumbangnya Facebook mengundang reaksi dari perusahaan manajemen jaringan, Netscout. Dikutip dari laman The Register, perusahaan ini spekulasi masalah perusahaan media sosial besar ini akibat bocornya Border Gateway Protocol (BGP). Namun akhirnya mereka mencabut klaim tersebut karena tidak ada bukti pendukung. 

Sementara itu, perusahaan pemantauan cloud, ThousandEyes, mengatakan kemungkinan lapisan aplikasi yang mengalami masalah, bukan karena routing. 

Logo Facebook.

"Saat menyelidiki masalah Facebook hari ini, kami tidak melihat adanya perubahan BGP yang berpengaruh pada konektivitas, kehilangan paket atau latensi. Karena Facebook menggunakan jaringan backbone sendiri, belum jelas bagaimana masalah rute transit eksternal menyebabkan gangguan dalam jaringan internal," kata juru bicara Thousand Eyes. 

Mereka juga menyebutkan, jika ada kebocoran maka memengaruhi akses internet ke Facebook, kemungkinan akan bermanifestasi sebagai jalur yang berubah. Skenario ini pernah terjadi pada Google pada November tahun lalu. 

"Poin global kami mampu menangkap perubahan alur dalam kasus tersebut, namun kami tidak melihat adanya bukti sejauh ini dengan yang terjadi hari ini," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tumbangnya layanan Facebook ini menyeret bagaimana nasib integrasi layanan yang ada di bawah bendera Facebook. Bos Facebook, Mark Zuckerberg pada Januari lalu sudah mengungkapkan skema rencana integrasi platform yang ada pada perusahaan mereka. 

Juru Bicara Facebook mengatakan, merger akan membuat pesan lebih cepat dikirim, sederhana, dapat diandalkan dan juga lebih tertutup. Namun penggabungan ini hanya berlaku pada infrastruktur pesan di dalamnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut