Kacau Balau Facebook
- vstory
"Dan bagaimana mereka tidak melemparkan kekuatan ekonomi mereka untuk memadamkan atau membeli setiap pesaing potensial," ujar Warren di harian tersebut.Â
Dalam kampanyenya, Warren mengkritik keberadaan Amazon, Google, dan Facebook, karena ketiganya menjadi penguasa ekonomi. Ia berencana 'menghancurkan' ketiganya, jika terpilih menjadi presiden.
Warren mengatakan, kekuatan dari ketiga perusahaan itu merupakan ancaman besar dan harus menjadi perhatian pemerintah.
Ia juga berencana meloloskan undang-undang untuk perusahaan yang memiliki pendapatan tahunannya di atas US$25 miliar.
Salah satunya, mengenai standar penggunaan yang adil dan tidak mendiskriminasi penggunanya. Kemudian, platform juga akan dibatasi dalam hal berbagi data untuk pihak ketiga.
Nasib integrasi Facebook
Tumbangnya Facebook mengundang reaksi dari perusahaan manajemen jaringan, Netscout. Dikutip dari laman The Register, perusahaan ini spekulasi masalah perusahaan media sosial besar ini akibat bocornya Border Gateway Protocol (BGP). Namun akhirnya mereka mencabut klaim tersebut karena tidak ada bukti pendukung.Â
Sementara itu, perusahaan pemantauan cloud, ThousandEyes, mengatakan kemungkinan lapisan aplikasi yang mengalami masalah, bukan karena routing.Â
![]()
"Saat menyelidiki masalah Facebook hari ini, kami tidak melihat adanya perubahan BGP yang berpengaruh pada konektivitas, kehilangan paket atau latensi. Karena Facebook menggunakan jaringan backbone sendiri, belum jelas bagaimana masalah rute transit eksternal menyebabkan gangguan dalam jaringan internal," kata juru bicara Thousand Eyes.Â
Mereka juga menyebutkan, jika ada kebocoran maka memengaruhi akses internet ke Facebook, kemungkinan akan bermanifestasi sebagai jalur yang berubah. Skenario ini pernah terjadi pada Google pada November tahun lalu.Â
"Poin global kami mampu menangkap perubahan alur dalam kasus tersebut, namun kami tidak melihat adanya bukti sejauh ini dengan yang terjadi hari ini," ujarnya.
Tumbangnya layanan Facebook ini menyeret bagaimana nasib integrasi layanan yang ada di bawah bendera Facebook. Bos Facebook, Mark Zuckerberg pada Januari lalu sudah mengungkapkan skema rencana integrasi platform yang ada pada perusahaan mereka.Â
Juru Bicara Facebook mengatakan, merger akan membuat pesan lebih cepat dikirim, sederhana, dapat diandalkan dan juga lebih tertutup. Namun penggabungan ini hanya berlaku pada infrastruktur pesan di dalamnya.