Pemilu 2019, Kuburan Parpol Kecil dan Menengah
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Demokrasi yang Gaduh
Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin, pemilu serentak memang menyulitkan partai-partai kecil dan menengah untuk biza bersaing menembus presidential treshold 4 persen. Pemilu serentak membuat energi, atmosfir, dan pemberitaan lebih ke Pilpres. Sehingga Pileg menjadi tertutup oleh Pilpres.Â
"Dengan begitu, masyarakat sulit mengenal para caleg-caleg dari partai-partai kecil dan menengah. Jika ada partai menengah yang menjadi bagian enam besar di atas itu karena mereka ada di Senayan. Dan sudah berpengalaman serta memiliki basis masa yang riil," ujarnya kepada VIVA, Kamis, 15 Maret 2019.
Angka 4 persen untuk PT juga dirasa terlalu tinggi oleh Ujang. Sebab, tahun 2014 lalu, angka PT hanya 3,4 persen. Ketika angka tersebut dinaikkan, banyak partai yang akan berguguran, bahkan termasuk partai-partai yang berada di Senayan saat ini juga ada yang terancam tak lolos.Â
Menurut Ujang, hal yang membuat partai ditinggalkan adalah partai kurang memiliki daya tarik karena tidak memperjuangkan aspirasi masyarakat dan kurang peduli pada penderitaan rakyat. "Kadang-kadang partai itu hadir dan datang ketika kampanye saja, dan setelah menang tidak datang lagi," ujarnya. Â Jadi, jika partai ingin tetap bertahan, Ujang menyarankan partai mendekat langsung ke publik. "Tidak ada kata lain. Berkampanye via udara dan kampanye door to door ke masyarakat. Datangi dan rebut hatinya. Dan itu harus dilakukan secara masif," ujarnya.Â
Tapi di sisi lain, Ujang juga mengakui, tingginya PT yang berakibat terpangkasnya sejumlah partai juga berdampak positif. Sebab, akan terjadi penyerdehanaan partai. Menurutnya, terlalu banyak partai membuat demokrasi jadi gaduh.Â
Apa yang disampaikan oleh Ujang ada benarnya. Parpol sering kali hanya hadir ketika menjelang Pemilu, dan selebihnya parpol lebih banyak absen. Meski tak menanggapi langsung komentar Ujang, tapi PPP memastikan akan turun menemui pemilihnya.Â
Sekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, hasil survei tersebut akan tetap menjadi acuan untuk memetakan gerakan politik ke depan. Ia memastikan partainya akan terus bekerja maksimal agar suara PPP tak semakin tergerus. Salah satu hal yang akan dilakukan PPP adalah memperkuat basis pemilih tradisional selama satu bulan ke depan.