Ancaman Hukum Jerat Pengajak Golput
- ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
![]()
Dia menilai, Jokowi telah gagal membuktikan janji-janjinya selama empat tahun terakhir memimpin Indonesia. Sementara itu, Prabowo dinilai bertanggung jawab atas sejumlah kasus penculikan aktivis di masa lalu.
"Jadi, sebenarnya dua-duanya sama saja. Itulah alasan, kenapa saya memilih untuk tidak memilih atau golput pada Pemilu nanti,” ujarnya.
Menurut Komisioner KPU, Pramono Baid Tantowi, golput bukan hanya lantaran kecewa kepada para calon, partai politik, dan demokrasi. Sebagian besar, karena alasan administratif dan teknis.
Dari studi-studi yang dilakukan pihaknya, angka tersebut mencapai sekitar 65-75 persen dari total golput. Sedangkan golput politis, angkanya kecil.
“Kalau pakai data Pemilu 2014, sekitar lima persen saja dari total semua golput,” katanya. (asp)
(Baca juga: Riak Golput di Arena Pemilu)