Menyoal Kecurangan Pemilu

Anggota KPPS mengecek surat suara saat sesi penghitungan suara Pemilu serentak 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Sementara itu, Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said, mengatakan dugaan kecurangan yang terjadi pada pemilu 2019 sangat mengkhawatirkan. Dia menegaskan kecurangan bisa membahayakan demokrasi.

img_title Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi

"Jadi kecurangan ini menjadi peringatan, bahwa jangan sampai bangsa ini jatuh kepada proses menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan," kata Sudirman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di samping dugaan kecurangan yang mengemuka di atas, Badan Pengawas Pemilu juga menemukan kekurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 yang lalu. Mereka menyebut KPU mengabaikan hal-hal teknis misalnya soal logistik, pembukaan TPS yang telat, surat suara yang tidak mencukupi dan lain-lain.

img_title Istri Andre Taulany Diduga Pernah Hina Prabowo Sakit Jiwa di Pilpres 2019

Selain itu memang ada pelanggaran yang dilakukan penyelenggara seperti kasus tujuh petugas KPPS di TPS 24, Kampung Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, yang terancam dipecat karena mencoblos 15 kertas suara sisa pemilihan presiden dan legislatif. Kemudian pelanggaran di Depok, daerah-daerah di Sumatera Utara, Manado, Malang, NTB, sampai pada di Surabaya yang mengharuskan digelarnya pemungutan suara ulang, dan wilayah-wilayah lainnya.

img_title Blak-blakan Eks Caleg PDIP dari Kalimantan Barat Usai Diperiksa KPK Kasus Harun Masiku

Human Error dan Kelelahan

Atas tuduhan kecurangan yang terus mengemuka dan mengarah ke instansinya, Komisioner KPU, Viryan Aziz, pun memberikan jawaban. Viryan menuturkan bahwa pemilihan umum memang soal kepercayaan masyarakat.

Dia mengklaim KPU telah melaksanakan prinsip keterbukaan. Dalam aspek sumber daya manusia pun sudah terjamin sehingga tidak mungkin melakukan kecurangan.

"Bagaimana curang, orang jajaran di KPPS itu ada 810 ribu, tidak mungkin itu bisa melakukan kecurangan secara sistematis oleh KPU RI. Enggak mungkin," tegas Viryan saat dikonfirmasi, Senin, 22 April 2019.

Komisioner KPU Viryan Aziz

Bahkan, menurut Viryan, banyak petugas KPU yang sakit dan telah meninggal dunia atau sakit. Menurutnya, itu menunjukkan makna lain dari kompleksitas pemilu termasuk beban kerja yang luar biasa berat.

Viryan menyampaikan isu kepercayaan publik hanya bisa dijawab dengan transparansi pemilu. Ia berjanji akan terus transparan. Meskipun transparan KPU ini pada beberapa waktu dilihat sejumlah kalangan berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Viryan, tuduhan terhadap KPU curang itu tidak mendasar. Justru ia menilai hal tersebut bagian dari dampak transparansi kinerja KPU.

"Publik bisa mengoreksi, publik bisa mengkritisi, dan KPU selalu responsif terhadap hak-hak itu," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut