Marhaban ya Ramadan, Puasa dan Kesehatan
- Pixabay
Meski terbatas, namun hal itu tak menjadi halangan Kuncinya ada di menu makanan saat sahur dan berbuka.
Dr Ari Fahrial Syam, mengatakan pasien penyakit kronis masih boleh berpuasa. Namun ada syarat utama yang harus dijalani, salah satunya adalah berkonsultasi dengan dokternya masing-masing, dan sekaligus untuk mengetahui kondisi kesehatan serta mengatur jadwal minum obat.
"Boleh puasa, tergantung penyakit dan anjuran dokternya. Tapi prinsipnya boleh puasa namun dengan tuntunan ahli medis yang kompeten. Jika dokter bilang tidak boleh, ya sebaiknya tidak dilakukan," ujarnya.
Namun hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan pasien penyakit kronis sebelum memutuskan untuk berpuasa? Berikut ini kiat khusus bagi pasien penyakit kronis berdasarkan jenis penyakitnya, seperti yang telah dihimpun VIVA.
1. Diabetes Melitus (DM)
Puasa bagi penderita DM sebenarnya tidak masalah selama yang dilakukan adalah mengatur pola makan disertai pemberian obat sehingga tidak mengganggu ibadah dan kadar gula dalam darah.Â
Namun, disarankan penderita diabetes melakukan pemeriksaan gula darah puasa, gula darah 2 jam pasca puasa dan HbA1c, sebab puasa dapat memengaruhi naik turunnya gula darah jika tidak diimbangi dengan baik.
Untuk pasien diabetes dengan kadar gula darah terkendali di angka normal atau mendekati normal lakukan pengaturan makan saja sehingga penderita Diabetes bisa menjalankan puasa.
Syarat puasa: Kondisi gula darah dalam keadaan stabil dan terkontrol. Tidak mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Kontrol ke dokter terkait dosis obat yang dianjurkan.
Menu yang dianjurkan: Teh manis dengan gula khusus, beras merah, havermut, kentang rebus. Jika ingin minum es usahakan yang berbahan dasar sirup atau gula merah khusus untuk diet.
Menu yang tidak dianjurkan: Makanan bersantan seperti opor ayam dan rendang, es buah dengan kadar gula tinggi, teh tawar tanpa gula.
![]()
2. Hipertensi
Pada prinsipnya, tidak ada masalah bagi penderita hipertensi untuk berpuasa, selama tekanan darahnya terkendali dan penderita meminum obat secara  teratur. Saat ini sudah banyak obat yang bisa  diminum  cukup satu kali dalam sehari, yang bisa diminum saat sahur atau berbuka.
Â
Penderita hipertensi harus mengelola penyakitnya agar bisa berpuasa di bulan Ramadan tanpa mengalami kesulitan berarti. Â Dilansir Asterclinic, ahli kardiologi Al Muteena (DMPC) di Dubai, Dr Srinivasan Ravindranath mengungkapkan tak ada cara permanen untuk menyembuhkan hipertensi, namun gejalanya bisa Anda cegah agar tak semakin parah.