Meredam People Power
Adapun tokoh yang sudah diamankan polisi terkait kasus makar adalah Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma. Sementara tokoh lainnya, seperti Kivlan Zein, Permadi, Amien Rais dan Bachtiar Nasir masih berstatus saksi di kasus makar.Â
Di luar kasus makar, sejumlah pentolan pendukung Prabowo-Sandiaga, sebut saja Ustaz Sambo, Ustaz Haikal Hasan, Toto Utomo dan beberapa tokoh lain yang terafiliasi sebagai pendukung Prabowo-Sandi, tersandung kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.
Polisi menegaskan penyidik juga menjunjung tinggi profesionalitas dalam melakukan penyelidikan sebuah kasus. Jika memang ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam penyidikan yang dilakukan penyidik, Dedi menuturkan ada mekanisme konstitusional yang bisa ditempuh.
"Kan ada mekanisne konstitusionalnya, bisa diuji di ranah sidang praperadilan, dibuka di situ, apakah langkah-langkah penyidik sudah betul apa tidak. Jadi ya silakan sebagai warga negara Indonesia yang baik harus menghargai bahwa ini adalah negara hukum, dengan segala bentuk macam konstitusi harus dihargai," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Mei 2019.
Di luar kasus hukum yang menjerat sejumlah pentolan aksi 'people power', polisi juga mengklaim ada penumpang gelap dalam rencana aksi massa di kantor KPU 22 Mei. Bukan main-main, mereka yang menumpang aksi 'people power' itu datang dari kelompok teroris, yang menarget kantor KPU sebagai sasaran teror bom.
Itu sebabnya, Detasemen Khusus Antiteror Polri sepekan terakhir gencar menangkapi sejumlah terduga teroris di wilayah Bekasi, Bogor dan Lampung. Polisi menduga kelompok teroris yang berafiliasi jaringan ISIS ini akan beraksi pada 22 Mei. Atas temuan itu, polisiÂ
mengimbau warga di daerah mengurungkan pergi ke Jakarta.Â
"Mabes Polri sudah mengimbau untuk seluruh masyarakat untuk tidak mengerahkan massa dalam jumlah yang cukup besar, melakukan aksi di kantor KPU tanggal 22 Mei," kata Brigjen Dedi Prasetyo usai olah tempat kejadian perkara di kediaman terduga teroris, Kelurahan Nanggewer, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu, 18 Mei 2019.
Dedi mengatakan, jaringan kelompok JAD ini dikenal militan. Kelompok ini terstruktur dan jauh lebih dikenal firqah abu Hamzah (pengikutnya abu Hamzah) yang saat ini masih ada di Syria.