Menyadap WhatsApp

Ilustrasi WhatsApp.
Sumber :
  • U-Report

Menurutnya, belajar dari kasus beberapa waktu lalu, Polri menjadikan bukti grup WhatsApp tersangka hoax setelah melakukan uji laboratorium forensik. Dedi menuturkan barang bukti penyebaran hoax di grup WhatsApp biasanya dilakukan setelah menyita telepon genggam tersangka.

img_title Feel Good Network Umumkan Integrasi dengan Lengua sebagai Social-First Creative Agency

“Ponsel tersangka kan diuji labfor. Nah, dari situ di cek, disebar ke grup WhatsApp mana saja dan siapa yang terlibat langsung dalam menyebarkan hoax. Jadi, bukan grup WhatsApp di tiap ponsel kita patroli,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bantu Pemerintah

img_title WhatsApp Buka Suara Penyebab Banyak Akun Terblokir

Informasi saja, WhatsApp cukup memperhatikan keamanan dan privasi pengguna. Namun, aplikasi olah pesan ini juga bekerja sama dengan pemerintah dan polisi kapan pun jika diperlukan. WhatsApp juga telah berbagi pedoman bagi petugas penegak hukum yang mencari catatan dari sana.

Pada 2017, Direktur Komunikasi WhatsApp, Carl Woog, seperti dikutip dari News18, mengaku telah mengklarifikasi cara perusahaan menangani permintaan pemerintah akan informasi pengguna tertentu.

img_title Heboh Pemblokiran Massal Akun WhatsApp, Komdigi Panggil Meta Minta Penjelasan

"Kami adalah bagian dari Facebook dan berkontribusi pada laporan transparansi. Secara umum, kami bekerja erat dengan pemerintah kapan pun diperlukan, jika ada insiden kritis atau ketika mereka (pemerintah) ingin menjangkau kami," klaim dia.

Akan tetapi, Woog melanjutkan, karena enkripsi end-to-end diaktifkan secara default, maka isi pesan tak bisa dilihat siapa pun kecuali pengirim dan penerima.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menuturkan bahwa WhatsApp hanya memberi tahu pihak terkait bahwa aplikasi perusahaan tidak dapat menyediakan isi pesan karena obrolan dienkripsi dan secara resmi mengonfirmasi bahwa tidak ada pintu belakang untuk mencegat obrolan WhatsApp terenkripsi.

"Kami juga tidak pernah menyimpan obrolan di server. Bahkan sebelum memperkenalkan enkripsi end-to-end. Jadi, hanya pesan yang tidak terkirim yang sebelumnya disimpan di server WhatsApp, tapi secara otomatis dihapus setelah 30 hari," jelas Woog. (hd)

Pelaku tindak pidana judi online modua spam komentar di medsos

Bareskrim Bongkar Situs Judi Online Berkedok Spam Komentar di Medsos, 6 Orang Jadi Tersangka

Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana judi online dengan modus spam komentar di medi sosial

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut