Membasmi Kebencian Agama di Media Sosial

Ilustrasi media sosial.
Sumber :
  • U-Report

"Kebencian dengan menyerang latar belakang agama, terbukti mampu membuka jalan bagi kekerasan, seperti yang terjadi di banyak tempat, seperti pembunuhan jemaah masjid di Christchurch, Selandia Baru," ujarnya.

img_title 3.943 Konten Disinformasi, Fitnah dan Ujaran Kebencian 'Dibungkus'

Dalam konteks ujaran kebencian di Indonesia, Septiadji menegaskan, konten tersebut tidak mendapatkan pembenaran dari sisi apa pun. Sebab ujaran kebencian bertentangan dengan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan kalau bicara konteks Indonesia, tentu konten ujaran kebencian untuk menyerang pemeluk agama tertentu bertentangan dengan berbagai norma yang berlaku, baik hukum dan agama," katanya.

img_title Tak Ada Arahan, Golkar Mau Panggil Pelapor Ujaran Kebencian ke Bahlil

Menurutnya solusi pemblokiran yang dilakukan Twitter merupakan langkah yang penting. Namun itu merupakan tindakan temporer saja, bukan solusi permanen. 

Septiadji menilai ujaran kebencian akar masalahnya adalah ketidakrukunan di antara masyarakat, dan di era digital, polarisasi akibat isu politik semakin memperparah ketidakrukunan itu. "Solusi ideal adalah membangun kembali nilai keguyuban, rekonsiliasi, silaturahmi," ujarnya. 

img_title Bahlil Ngaku Tak Tahu soal Kader Golkar Polisikan Akun Medsos Pembuat Meme Dirinya

Terkait dengan manuver seseorang penebar ujaran kebencian yang mengarah kepada kekerasan, maka solusinya adalah penegakan hukum. Namun, menurutnya, harus dipastikan aktornya adalah aktor intelektual. 

"Sedangkan masyarakat yang mungkin Karena ikut-ikutan, tentu solusi persuasif, atau pun hukuman sosial yang dikedepankan," kata dia. 

Ilustrasi hindarkan ujaran kebencian di media sosial

Demo 27 Agustus, Komdigi Minta Masyarakat Tak Sebar Ujaran Kebencian dan Provokasi di Media Sosial

Komdigi meminta masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial agar situasi kondusif tetap terjaga di ruang digital saat aksi demonstrasi pada 27 Agustus.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut