Dirundung Gempa Bumi Beruntun, Ada Apa?

Petugas membersihkan puing-puing bangunan gapura gerbang masuk kawasan The Nusa Dua yang runtuh akibat gempa di Badung, Bali, Selasa (16/7/2019).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

"Jadi kalau ada gempa yang kejadiannya berdekatan lokasinya, atau hampir berdekatan waktunya, itu kebetulan saja. Bukan berarti saling merambat saling picu, tidak begitu. Jadi tidak ada sesuatu yang merambat ke sana kemari," terang Daryono yang juga aktif di Instagram dan Twitter.

img_title BMKG Ungkap Gempa Bumi M 5,3 Guncang Cilacap Dipicu Aktivitas Subduksi

Daryono tak lupa berpesan agar masyarakat tidak mudah terpedaya dengan adanya informasi yang menyebut akan terjadi gempa. Karena pada prinsipnya BMKG memang memprediksi potensi gempa yang timbul karena patahan atau pergerakan sesar, namun tidak dapat mengetahui kapan itu terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(BMKG) Kalau posisi tahu, tapi kapan terjadinya tidak tahu. Jadi, itu berita bohong kalau sampai ada kejadian nanti malam akan gempa 7,0, besok tanggal sekian, itu bohong semua. Hoax itu. Karena belum ada teknologi yang bisa memprediksi dengan tepat gempa," ujarnya. 

img_title BRI Life Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Ruteng NTT

Ikan terdampar tanda gempa Bali?

Viral di internet video yang menyebut ribuan ikan terdampar di Pantai Canggu, Bali. Video itu bermula dari akun Twitter @tohir2349 yang mengaitkannya dengan kejadian gempa pada Selasa pagi, 16 Juli 2019.

img_title Awan Tebal Diprakirakan Selimuti Kota-kota Besar di Indonesia Hari Ini

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Ardi Ganggas, hingga artikel ini ditulis, masih belum dapat memastikan benar atau tidaknya kejadian yang terekam video itu. Pihaknya mengaku dalam proses pengecekan. 

Saat VIVA bertanya tanggapan Daryono mengenai video peristiwa ikan terdampar tersebut, ia justru bertanya balik. "Memangnya itu benar, ya, bukan hoax?" 

Daryono lantas mengemukakan penjelasan lain, bahwa ia sudah banyak mendengar hal-hal semacam itu. Namun sebagai orang yang berkecimpung di bidang gempa bumi, ia memilih skeptis alias tidak mudah percaya terhadap hal-hal yang tak dapat dibuktikan secara empiris kebenarannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masalah ikan itu, kejadian yang kayak gitu itu udah banyak. Jadi memang yang konon katanya ada ikan laut dalam yang di Jepang, kemudian katanya ada ikan ini itu, itu juga kebetulan saja. Jadi saya sebagai orang yang menekuni gempa bumi, ya skeptis melihat seperti itu. Tidak mudah percaya, karena bisa jadi ikan itu kan ada faktor-faktor lain, seperti faktor alam, lingkungan," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut