Dirundung Gempa Bumi Beruntun, Ada Apa?

Petugas membersihkan puing-puing bangunan gapura gerbang masuk kawasan The Nusa Dua yang runtuh akibat gempa di Badung, Bali, Selasa (16/7/2019).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Di era informasi yang serba cepat, ketika konten apa pun bisa beredar secara leluasa melalui internet, sikap skeptis seperti Daryono tak ada salahnya menjadi benteng pertahanan kita. Tidak mudah percaya, tidak menelan suatu informasi mentah-mentah, adalah bentuk kehati-hatian terhadap jerat kebohongan yang saat ini marak digulirkan di dunia maya.

img_title Gempa Dahsyat Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

Tak hanya soal video ikan terdampar ini, tapi juga semua informasi, termasuk peringatan bencana gempa bumi, tsunami, dan segala yang berkaitan dengannya. Pastikan tidak ada ruang bagi sindikat penyebar hoax untuk menjadikan kita korban, dengan memiliki pola pikir kritis, mengedepankan bukti empiris dan berpedoman pada cara-cara ilmiah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti kata Daryono, "Fenomena awan gempa, ikan muncul, ikan mati terdampar, purnama menyebabkan gempa, saya melihatnya sebagai sebuah spekulasi, jadi enggak pernah percaya seperti itu karena bukti empirisnya tidak ada." (ase)

img_title BMKG: Modifikasi Cuaca untuk Urai Kepekatan Asap Karhutla, Ini Prakiraan Musim Hujan 2026
Ilustrasi hujan

Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini, Jakarta Termasuk

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan diguyur hujan ringan pada Jumat 23 Oktober 2026

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut