Dirundung Gempa Bumi Beruntun, Ada Apa?

Petugas membersihkan puing-puing bangunan gapura gerbang masuk kawasan The Nusa Dua yang runtuh akibat gempa di Badung, Bali, Selasa (16/7/2019).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Di era informasi yang serba cepat, ketika konten apa pun bisa beredar secara leluasa melalui internet, sikap skeptis seperti Daryono tak ada salahnya menjadi benteng pertahanan kita. Tidak mudah percaya, tidak menelan suatu informasi mentah-mentah, adalah bentuk kehati-hatian terhadap jerat kebohongan yang saat ini marak digulirkan di dunia maya.

img_title BMKG Gencarkan Modifikasi Cuaca Buat Hapus Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari

Tak hanya soal video ikan terdampar ini, tapi juga semua informasi, termasuk peringatan bencana gempa bumi, tsunami, dan segala yang berkaitan dengannya. Pastikan tidak ada ruang bagi sindikat penyebar hoax untuk menjadikan kita korban, dengan memiliki pola pikir kritis, mengedepankan bukti empiris dan berpedoman pada cara-cara ilmiah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti kata Daryono, "Fenomena awan gempa, ikan muncul, ikan mati terdampar, purnama menyebabkan gempa, saya melihatnya sebagai sebuah spekulasi, jadi enggak pernah percaya seperti itu karena bukti empirisnya tidak ada." (ase)

img_title Viral! Aksi Netizen 'Bungkus Rumah' Akibat Capek Nyapu dan Bersihkan Abu Vulkanik
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani

BMKG: Abu Vulkanik Tak Terdeteksi di 4 Bandara Terdampak Termasuk Soekarno-Hatta

BMKG melaporkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan, partikel abu vulkanik di 4 bandara yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan hasil negatif.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut