Mengulik Capim KPK Pilihan Pansel
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Berikut 20 orang yang akan mengikuti tes kesehatan, wawancara, dan uji publik:
1. Alexander Marwata, Komisioner KPK
2. Antam Novambar, Anggota Polri
3. Bambang Sri Herwanto, Anggota Polri
4. Cahyo R.E Wibowo, Karyawan BUMN
5. Firli Bahura, Anggota Polri
6. I Nyoman Wara, Auditor BPK
7. Jimmy Muhamad Rifai Gani, Penasihat Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi
8. Johanis Tanak, Jaksa
9. Lili Pintauli Siregar, Advokat
10. Luthfi Jayadi Kurniawan, Dosen
11. M.Jasman Panjaitan, Pensiunan Jaksa
12. Nawawi Pomolango, Hakim
13. Neneng Euis Fatimah, Dosen
14. Nurul Ghufron, Dosen
15. Roby Arya, PNS Sekretariat Kabinet
16. Sigit Danang Joyo, PNS Kementerian Keuangan
17. Sri Handayani, Anggota Polri
18. Sugeng Purnomo, Jaksa
19. Sujanarko, Pegawai KPK
20. Supardi, Jaksa.
Komisi III Siap
Sementara itu, Komisi III DPR siap menyeleksi para calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang akan dikirimkan oleh Panitia Seleksi Capim KPK.
Salah satu anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, yakin 10 nama capim KPK yang nantinya akan diserahkan ke DPR adalah berdasarkan hasil seleksi yang profesional dan bukan orang titipan.
![]()
Arsul pun memastikan bahwa kritikan dari lembaga swadaya masyarakat atau LSM terkait capim dari unsur Polri atau Kejaksaan, tidak akan memengaruhi sikap Komisi III DPR.
"Jangan karena misalnya LSM mengkritisi yang dari Polri atau Kejaksaan, maka terus capim yang bersangkutan menjadi tidak lolos," kata Arsul di Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019.
Arsul menegaskan bahwa Komisi III akan menyeleksi para capim KPK tersebut sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ada. "Semuanya dinilai secara profesional saja," katanya.
Menyinggung soal kinerja Pansel, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan itu menegaskan bahwa tidak pas waktunya bagi DPR untuk mengomentari kinerja pansel. Sebab, Pansel KPK saat ini sedang bekerja, dan sejauh ini dari sisi timeline masih on schedule.
Terkait adanya pihak yang menyangsikan atau mempertanyakan independensi pansel, Arsul malah balik mempertanyakan buktinya. "Memangnya ada bukti bahwa ada yang menyetir mereka (pansel)?" katanya.
Sedangkan, peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana pernah menyampaikan jika 40 (termasuk 20 nama yang sekarang lolos) nama yang lolos dalam tes psikologi calon pimpinan KPK jilid V tidak memenuhi ekspektasi publik. Dia menilai pansel gagal menghasilkan capim KPK yang berintegritas dan independen.