Luka Menganga Indonesia di SUGBK

Timnas Indonesia takluk saat melawan Timnas Malaysia pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis 5 September 2019
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

"Kekalahan yang sakit. Anak-anak sudah main bagus, sesuai rencana saya. 20 menit terakhir, anak-anak mulai kelelahan. Lima menit terakhir, tenaga mereka habis. Umpan silang itu telah melukai kami. Kekalahan yang menurut saya, secara pribadi, sulit diterima," ujar pelatih Indonesia, Simon McMenemy, usai laga.

img_title Bak Durian Runtuh, John Herdman Bakal Punya Pendamping Mitchell Baker dan Ole Romeny di Timnas Indonesia

Kapten Indonesia, Andritany Ardhiyasa, mengakui rekan-rekannya kelelahan. Tekanan yang ada di lapangan, disebutkan Andritany, begitu tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebenarnya, pemain sudah memberikan yang terbaik. Mereka capek, akhirnya pikiran berpengaruh. Reaksi pemain jadi kurang bagus. Bahkan, pemain sudah tak bisa lari. Usai peluit pertandingan berakhir, mereka kolaps," jelas Andritany.

img_title Ngeri, Timnas Indonesia Bantai Fiji 7-1 di Piala Dunia U-15 2026

Ini tentunya jadi PR besar bagi Indonesia. Melawan Malaysia saja kesulitan, apalagi main di kandang mereka. Selanjutnya, mereka harus menghadapi lawan yang lebih kuat macam Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

Tak usah bicara lolos terlebih dahulu. Namun, berapa poin yang bisa didapat Indonesia dari permainan seperti ini?

img_title Bisa Main di 3 Posisi, Taisei Marukawa Berpotensi Gusur Egy Maulana hingga Beckham Putra di Timnas Indonesia

Otak Malaysia Tajam

"Indonesia sebenarnya punya keunggulan soal teknik dan kualitas. Tapi, Malaysia punya kemampuan taktik dan strategi yang baik," begitu kata mantan pelatih Indonesia, Rahmad Darmawan, saat berbincang dengan VIVAnews beberapa waktu lalu.

Benar saja, Malaysia menunjukkan ketajaman otaknya dalam bermain. Di laga melawan Indonesia, Malaysia sebenarnya tak terlalu unggul dalam urusan teknik permainan.

Namun, sistem permainan mereka begitu rapi. Permainan high pressing yang ditunjukkan Malaysia, membuat bingung para pemain Indonesia.

Speed demons Indonesia macam Andik Vermansah, Saddil Ramdani, dan Irfan Jaya, sulit menembus pertahanan Malaysia. Bek-bek Malaysia sangat rapi saat bermain.

Kekurangan mereka dalam urusan kecepatan dan teknik, bisa diatasi dengan kemampuan membaca pergerakan yang baik. Alhasil, Andik, Saddil, dan Irfan, mati kutu.

"Babak pertama, kami begitu gugup. Di paruh kedua, mereka tampil luar biasa. Anak-anak begitu fokus ke pertandingan. Ini menjadi penampilan terbaik kami. Semoga menular ke pertandingan melawan Uni Emirat Arab," kata juru taktik Malaysia, Tan Cheng Hoe.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

INDONESIA VS MALAYSIA KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2022

"Kami identifikasi kesalahan di babak pertama. Kesalahan dan kelemahan kami perbaiki. Babak kedua, kami buat perubahan," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut