Luka Menganga Indonesia di SUGBK

Timnas Indonesia takluk saat melawan Timnas Malaysia pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis 5 September 2019
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Sumareh menyatakan memang ada perubahan yang dilakukan oleh Tan di babak kedua. Para pemain Malaysia pun mengubah pendekatannya terhadap tekanan di luar lapangan dari suporter Indonesia.

img_title Terpopuler: John Herdman Coret 14 Pemain Timnas Indonesia, Daftar Calon Rekrutan Terbaru Persib, dan Pesan Erick Thohir

Intimidasi suporter Indonesia, disebutkan Sumareh, dijadikan para pemain Malaysia sebagai sumber semangat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bukan pertandingan yang mudah, kami sudah memberikan segalanya. Kami harus membiasakan diri dengan atmosfer fans di Indonesia. Kami sudah memperkirakannya. Insiden yang terjadi, itu merupakan motivasi bagi kami," jelas Sumareh.

img_title Emil Audero Main Penuh, Rayo Vallecano Curi Poin dari Osasuna

Pikiran para pemain Malaysia juga tak teralihkan, meski tertinggal 1-2. Mereka sama sekali tak panik ketika Indonesia bisa unggul dua kali.

Sumareh menyatakan, ada kebanggaan yang muncul karena Malaysia bisa comeback di laga sulit melawan Indonesia. "Kami tak menyerah sampai akhir, selamat untuk rekan-rekan. Saya bangga bisa pulang dengan tiga poin," kata Sumareh.

img_title Tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Mulai Dijual, Ini Daftar Harganya

Blunder di Pergantian?

Ada yang aneh memang di laga pembuka Indonesia. Melawan Malaysia, ada kebijakan yang dirasa kurang pas, diambil oleh Simon.

Pergantian terlalu dini dilakukan oleh Simon. Lihat saja ketika Zulfiandi ditarik, dan digantikan Rizky Pellu. Memang, Zulfiandi melakukan kesalahan fatal dan membuat Sumareh bisa cetak gol penyeimbang Malaysia.

Tapi, sebenarnya kolaborasi Zulfiandi bersama Evan Dimas lebih baik ketimbang saat Pellu masuk. Namun, ada kelebihan ketika Pellu masuk, ada pemutus aliran serangan Malaysia yang efektif.

Lalu, pergantian lainnya yang cukup dipertanyakan adalah ketika Saddil ditarik dan digantikan Irfan Jaya. Terlalu dini pula Simon mengambil keputusan tersebut.

Hingga akhirnya, Ricky Fajrin cedera. Cuma satu pergantian lagi tersisa dan itu terpaksa diambil. Padahal, Beto sudah kelelahan dan harus digantikan.

Namun, opsi itu tak bisa diambil karena jumlah pergantian sudah tiga, kuota maksimal yang ditetapkan.

"Saddil sebenarnya bagus, tapi saat menyerang, ada lubang yang ditinggalkan. Kami harus mengganti pemain dengan yang bisa menyerang dan bertahan," ujar Simon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi fisik pemain, disebutkan Simon, sebenarnya dipengaruhi karena jadwal kompetisi yang karut marut. Ya, jadwal kompetisi lagi biang masalahnya.

Memang, di Indonesia, jadwal kompetisi masih belum tertata rapi. Imbasnya banyak, pertandingan tertunda, jadinya klub sering tampil.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut