Luka Menganga Indonesia di SUGBK
- VIVA/Muhamad Solihin
Jumlah pertandingan yang dilakoni klub dan pemain juga sering tidak manusiawi. Dan, menurut Simon, itu sangat berpengaruh dalam pertandingan melawan Malaysia.
"Coba lihat di luar, kompetisi sudah selesai, masuk istirahat. Pemainnya fokus. Sedangkan, kami tidak. Kompetisi saja masih berlangsung sampai masuk natal. Kami sudah siapkan segalanya, pemain tak bisa terus dipaksa bermain," terang Simon.
Suporter Berulah, Timnas Susah
Bukan cuma Timnas Indonesia yang tampil buruk. Suporter juga tak santun saat mendukung. Ulah mereka tak patut ditiru. Sejak awal, suporter sudah berulah dengan nekat membawa suar dan bom asap. Ini tentu melanggar aturan AFC.
Sempat beredar pula, video yang menunjukkan adanya intimidasi dari oknum suporter Indonesia ke pendukung Malaysia. Saat ingin masuk ke stadion, suporter Malaysia sempat melindungi kepala mereka, seakan menghindari benda-benda keras yang dilempar pendukung tuan rumah.
Perwakilan Duta Besar Malaysia, Megat Samsul, membenarkan adanya insiden pelemparan terhadap suporter negaranya. Tapi, insiden itu bisa dikendalikan pihak keamanan.
"Mereka bukan diserang, tapi bisa dikatakan dilempari batu saja ketika masuk. Tak ada yang cedera, Alhamdulillah semua suporter sudah masuk ke stadion dengan aman," kata Samsul saat ditemui di kawasan SUGBK, Kamis 5 September 2019.
Ulah tak santun suporter Indonesia tak berhenti sampai di situ. Pada pertengahan babak kedua, mereka kembali berulah karena mencoba mengintimidasi para pendukung Malaysia dengan berbagai cara, termasuk melemparinya dengan benda seperti botol minum.
Alhasil, laga sempat dihentikan sementara. Para pemain Indonesia ikut menenangkan penonton. Hingga akhirnya, laga bisa dilanjutkan karena situasi kembali kondusif.
Namun, kericuhan pecah lagi saat Samarah mencetak gol kemenangan Malaysia. Suporter Indonesia kembali mengintimidasi pendukung Malaysia. Akhirnya, mereka harus diamankan lewat lorong pemain.
![]()
Sempat pula terjadi situasi tak kondusif di depan area VVIP. Dengan cepat, pihak keamanan mengamankan situasi.
Tak pantas sebenarnya. Karena, kita tuan rumah. Pikirkan, bagaimana jika nantinya kita bertandang ke Malaysia? Seharusnya, suporter bisa bersikap lebih santun.
"Sulit bagi saya mengomentarinya. Itu di luar kontrol, saya tak mau cari alasan. Pun, tak membuat alasan. Kami terganggu, Malaysia juga. Suporter Indonesia jadi yang terbaik, tapi bisa berubah terburuk apabila bermasalah,"Â terang Simon.