Anak Pelajar Jadi Demonstran

Massa Pelajar Demonstrasi Rusuh di Palmerah Tolak RKUHP dan UU KPK
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Menurutnya, itu adalah fenomena menarik, karena semenjak reformasi bergulir baru kali ini pelajar terlibat dalam parlemen jalanan.

img_title Bos RNH Travel Umrah yang Buron Ditangkap di Jateng, Ratusan Jemaah Diduga Rugi Rp12 Miliar

Selain itu, lanjutnya, tentu ada faktor lain, yaitu terkait simpati mereka terhadap perjuangan mahasiswa. Kemudian, ada rasa ketidaksukaan yang besar terhadap Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apalagi mereka kebanyakan pelajar Jabotabek, yang mungkin kerap memiliki singgungan dengan Kepolisian, baik di jalan ataupun terkait dengan kegiatan komunitas mereka," katanya.

img_title Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat, tapi Harus Bertanggung Jawab

"Ekspresi itu terlihat jelas dengan mereka menumpang truk terbuka dan dari jargon-jargon yang mereka sampaikan. Kalau detail isu RUU KPK, KUHP, dan lain-lain, saya rasa tidak begitu menjadi faktor utama," tambahnya.

Mengenai faktor 'eksistensi' atau 'hasrat menyalurkan kenakalan remaja,' Yudo mengakui, poin pertama memang ada. Karena, namanya anak muda secara psikologis ada fase mereka butuh eksistensi.

img_title Bharada Andika Gorok dan Tembak Bharada Valdo hingga 4 Kali, Polda Metro Masih Dalami Kondisi Kejiwaannya

"Jadi, selain faktor sosial politik juga ada kaitan dengan faktor psikologis," katanya.

Yudo tidak setuju, jika disebut kenakalan remaja. Karena, memang fase psikologis masa remaja adalah masa pencairan identitas dan perubahan psikologis akibat perubahan hormonal. "Dikenal juga masa pubertas," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy keberatan dengan aksi yang dilakukan pelajar. Ia meminta, para siswa untuk menjaga diri tidak terlibat dalam aksi-aksi unjuk rasa.

Ia juga mengimbau, agar jajaran pendidik dan orangtua ikut memantau. Muhadjir meminta, agar orang dewasa di sekitar pelajar, bisa ikut melindungi anak-anak dari berbagai macam tindakan kekerasan, atau dari lingkungan yang bisa mengancam jiwa mereka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muhadjir juga meminta, agar pemerintah daerah baik gubernur, bupati hingga wali kota dan kepala dinas, untuk aktif ikut memberikan pengawasan. "Juga untuk bisa memastikan bahwa para peserta didik para siswa di lingkungan wilayah masing-masing aman tidak terpengaruh oleh kegiatan-kegiatan baik berupa unjuk rasa, demonstrasi, ataupun sejenisnya," katanya, Kamis pekan lalu. 

Kepala Sekolah dan guru-guru, diharapkan bisa menjaga siswa mereka. Sedangkan untuk  siswa, Muhadjir meminta, agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi, dan tak mudah percaya dengan berita dan kabar yang tak bertanggung jawab.

demonstrasi di Prancis

Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Jelang Demo Besar Gelombang Kedua, Museum Ditutup

Pasca berlangsungnya aksi kerusuhan besar di sela-sela demonstrasi pekan lalu, Prancis meningkatkan pengamanan menjelang gelombang demonstrasi nasional pada hari ini.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut