Anak Pelajar Jadi Demonstran

Massa Pelajar Demonstrasi Rusuh di Palmerah Tolak RKUHP dan UU KPK
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Menurutnya, itu adalah fenomena menarik, karena semenjak reformasi bergulir baru kali ini pelajar terlibat dalam parlemen jalanan.

img_title Polri Dinilai Berhasil Amankan Aksi 27 Agustus 2026, Pengamat Ungkap Faktornya

Selain itu, lanjutnya, tentu ada faktor lain, yaitu terkait simpati mereka terhadap perjuangan mahasiswa. Kemudian, ada rasa ketidaksukaan yang besar terhadap Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apalagi mereka kebanyakan pelajar Jabotabek, yang mungkin kerap memiliki singgungan dengan Kepolisian, baik di jalan ataupun terkait dengan kegiatan komunitas mereka," katanya.

img_title Polisi Ungkap Penipuan Umrah di Maluku Utara, Kerugian Calon Jamaah Capai Rp2,5 M

"Ekspresi itu terlihat jelas dengan mereka menumpang truk terbuka dan dari jargon-jargon yang mereka sampaikan. Kalau detail isu RUU KPK, KUHP, dan lain-lain, saya rasa tidak begitu menjadi faktor utama," tambahnya.

Mengenai faktor 'eksistensi' atau 'hasrat menyalurkan kenakalan remaja,' Yudo mengakui, poin pertama memang ada. Karena, namanya anak muda secara psikologis ada fase mereka butuh eksistensi.

img_title Belum Sempat Tawuran, 32 Remaja di Depok Keburu Diciduk Polisi, 8 Sajam Disita

"Jadi, selain faktor sosial politik juga ada kaitan dengan faktor psikologis," katanya.

Yudo tidak setuju, jika disebut kenakalan remaja. Karena, memang fase psikologis masa remaja adalah masa pencairan identitas dan perubahan psikologis akibat perubahan hormonal. "Dikenal juga masa pubertas," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy keberatan dengan aksi yang dilakukan pelajar. Ia meminta, para siswa untuk menjaga diri tidak terlibat dalam aksi-aksi unjuk rasa.

Ia juga mengimbau, agar jajaran pendidik dan orangtua ikut memantau. Muhadjir meminta, agar orang dewasa di sekitar pelajar, bisa ikut melindungi anak-anak dari berbagai macam tindakan kekerasan, atau dari lingkungan yang bisa mengancam jiwa mereka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muhadjir juga meminta, agar pemerintah daerah baik gubernur, bupati hingga wali kota dan kepala dinas, untuk aktif ikut memberikan pengawasan. "Juga untuk bisa memastikan bahwa para peserta didik para siswa di lingkungan wilayah masing-masing aman tidak terpengaruh oleh kegiatan-kegiatan baik berupa unjuk rasa, demonstrasi, ataupun sejenisnya," katanya, Kamis pekan lalu. 

Kepala Sekolah dan guru-guru, diharapkan bisa menjaga siswa mereka. Sedangkan untuk  siswa, Muhadjir meminta, agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi, dan tak mudah percaya dengan berita dan kabar yang tak bertanggung jawab.

Ilustrasi menanam pohon.

Siswa Halmahera Timur Diajak Belajar Lingkungan dengan Cara Seru, Ada Pesan Penting di Baliknya!

Edukasi mengenai lingkungan tak selalu harus disampaikan melalui materi pelajaran di dalam kelas. Bagi pelajar, mengenal persoalan lingkungan melalui kegiatan interaktif.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut