Bagi-bagi 'Kue' di Senayan

Ketua DPR Puan Maharani
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Menurut Ujang, soal siapa yang terpilih antara kader Golkar atau Gerindra, tergantung dari siapa yang mampu meyakinkan fraksi-fraksi. Siapa saja bisa terpilih, tergantung dari lobi-lobi diantara mereka.

img_title Temui Ketua DPD, Jenderal Andika: Orientasi Sebagai Panglima TNI Baru

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research dan Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai sebaiknya Ketua MPR diberikan kepada Gerindra. Hal ini untuk memunculkan minimal keseimbangan dalam sistem demokrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau ketua DPD La Nyalla, Ketua DPR itu Puan, faksi pemerintah tambah kalau ketua MPR itu Bamsoet. Secara citra, simbol keseimbangan tidak terlihat direbut semua oleh faksi pemerintah," kata Pangi kepada VIVAnews, Rabu, 2 Oktober 2019.

img_title PON XX Papua, Momentum Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Pangi menambahkan sistem demokrasi yang baik perlu ada perbedaan pandangan dari oposisi. Ia menilai antara DPD dengan DPR saat ini suaranya diprediksi sama yaitu kemungkinan tak ada kritik kebijakan pemerintah. Dia mengingatkan demokrasi yang baik membutuhkan kubu penyeimbang. Hal ini penting untuk lima tahun ke depan pemerintahan Jokowi.

"Sebaiknya Ketua MPR diberikan ke Gerindra, kalau dikuasai faksi pemerintah akan menjadi buruk. Karena perlemen itu harus berbicara dan berkata-kata. Berbeda suara dengan pemerintah itu akan menjadi vitamin," kata Pangi.

img_title HUT DPD, LaNyalla Ajak Sikapi Amandemen UUD 1945 Secara Negarawan

Pangi meyakini, saat ini terjadi deadlock antara Golkar dan Gerindra, namun ia memahami bisa saja ada deal politik sebelumnya di internal Golkar. Bamsoet tidak jadi bertarung dengan Airlangga Hartato dengan barter Ketua MPR otomatis milik Bamsoet. Sekarang bagaimana Golkar dan Gerindra menyelesaikan dengan konsensus soal perebutan kursi panas pimpinan MPR

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Pangi, posisi Ketua MPR adalah posisi strategis, wajar jika menjadi rebutan. “Jabatan ketua MPR jelas jadi perebutan karena prestisius, previlege banyak, dapat rumah dinas, fasilitas keamanan, tunjangan dan lain lain, dan bisa juga dipakai untuk menaikkan bergaining partai, posisi ketua MPR tetap seksi dan kursi panas  yang diperebutkan partai,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari justru menyambut baik pimpinan DPR yang baru. Dia melihat komposisi pimpinan DPR yang baru menyiratkan wajah DPR ke depan yang teduh dan tenang, mengingat profil para pimpinan yang tidak kontroversial seperti periode sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut