Koalisi Semringah PKS-Berkarya Hadapi Pilkada
- VIVAnews/ Eduward Ambarita.
VIVA – Wajah Tommy Soeharto semringah. Senyum lebarnya menampakkan barisan gigi putihnya.
Ditemani Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Ketua Umum Partai Berkarya itu turun dari mobil Alphard yang ia kemudikan sendiri dan memasuki lobi gedung kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa, 19 November 2019. Sekjen PKS Mustafa Kamal segera menyambut kedatangan Tommy dan bersalaman erat.
Di dalam ruang pertemuan sudah ada Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri, Presiden PKS, Sohibul Iman, dan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. Sohibul menyambut Tommy bersalaman dengan gaya 'komando' sambil melempar canda kepada awak media yang mengabadikan pertemuan. Jajaran petinggi kedua partai itu saling melemparkan senyum dan tawa.
"Pelukannya nanti, ya," kata Sohibul kepada awak media yang sudah berkerumun.Â
Pertemuan pentolan Partai Berkarya dan Partai Keadilan Sejahtera menjadi momentum baru dalam babak perjalanan oposisi bagi pemerintahan Joko Widodo. Tak pernah ramai pemberitaan, tiba-tiba Berkarya merapat ke PKS, yang ditinggal oleh sesama rekan koalisinya di Pilpres 2019.
Satu demi satu parpol koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merapat ke Jokowi-Ma'ruf Amin. Bahkan terakhir, Prabowo juga merapat dan menerima posisi sebagai menteri Pertahanan di kabinet pemerintah 2019-2024.Â
PKS nyaris berjalan sendirian. Tapi, keputusan Partai Berkarya mendatangi PKS memastikan langkah baru, PKS tak lagi sendirian dalam memilih menjadi oposisi. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan pertemuan dengan PKS akan terkait memperkuat barisan oposisi.
"Ada pikiran-pikiran untuk meramu gagasan-gagasan alternatif. Api demokrasi tak boleh redup hanya karena banyak orang berduyun-duyun merapat kepada kekuasaan. Kualitas demokrasi mestinya tetap harus terjaga," kata Priyo kepada VIVAnews.
Pilkada di Depan Mata
Pertemuan PKS dan Berkarya memang tak asal. Meski Partai Berkarya tak punya kursi di parlemen pusat, PKS ingin mengajak partai besutan keluarga Soeharto tersebut melakukan kerja sama dalam berbagai pemilihan kepala daerah.
Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, juga mengakui berencana membuka kerja sama di pilkada. "Partai Berkarya memperoleh lebih dari 160 kursi yang tersebar di DPRD provinsi, kabupaten, kota. Ini modal dasar dan potensi yang kami syukuri sebagai partai pendatang baru," kata Priyo.