Investasi Bodong, Kebodohan yang Terus Berulang

Polisi membeberkan barang bukti uang ratusan miliar dan tersangka investasi ilegal Memiles di Markas Polda Jawa Timur di Surabaya pada Jumat, 10 Januari 2020.
Sumber :
  • VIVAnews/Nur Faishal

Imbalan akan diperoleh oleh anggota bila mereka membeli slot iklan dan merekrut anggota baru. Ikhsan menjelaskan, strategi perusahaan PT Kam and Kam adalah hal yang wajar, karena anggota bebas menggunakan slot iklannya kapan saja dan mereka memperoleh reward bila membeli slot iklan. 

img_title Anggota Ditpoludara Tewas Ditembak, Polda Metro Amankan Polisi Berinisial AR yang Jadi Pelakunya

"Dalam aplikasi Memiles, anggota membeli slot iklan yang boleh kita gunakan kapanpun bentuk apa pun. Kemudian, di mana janggalnya? Orang pasang iklan kan bebas. Saya pasang iklan jual mobil, laku di situ. Kalau reward bonus, itu dari performa saya, " ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun imbalan yang diperoleh anggota, lanjut Ikhsan, adalah strategi perusahaan yang ditawarkan, agar anggota membeli slot iklan. Menurutnya, hal itu wajar, karena tanpa reward pun sebetulnya anggota diuntungkan, karena memperoleh slot untuk mengiklankan apa pun yang akan dipasarkan.

img_title Bunuh Junior di Asrama Polda Sulsel, Bripda Pirman Divonis 15 Tahun Penjara

Ikhsan justru memuji Memiles, yang menurutnya sebagai sebuah startup yang bagus agar tidak tergantung dengan aplikasi luar negeri. 

Artis Juga Tergoda

img_title Masa Jabatan DPRD 2024 Seharusnya Berakhir 2029, Kini Digugat agar Bertahan hingga 2031

Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan  menjelaskan, banyak publik yang tergiur karena bonus yang dijanjikan sangat menggoda. Mereka bisa mendapat hasil hingga 50 persen dari dana yang disetorkan. Aneka barang juga dijanjikan sebagai bonus dan reward. 

ML alias Dokter Eva, yang bertugas merekrut artis mengaku berhasil mengajak beberapa artis untuk menyetorkan dana dan menjadi anggota. Artis pertama yang berhasil ia rekrut adalah Eka Deli, seorang penyanyi. Awalnya, Eka diundang untuk bernyanyi di acara Memiles. Setelah itu, ia ditawari bergabung dan menjadi perantara agar Memiles bisa berhubungan dengan banyak artis. 

"Saya diminta menjadi perantara untuk menghubungi artis di setiap acara yang ditunjuk, yang dikasih tahu sama Memiles waktu itu," ujarnya.

Ia mengaku telah melakukan top up dan mendapatkan reward berupa satu unit mobil fortuner. Namun, setelah mengetahui bahwa investasi yang diikutinya ilegal, ia langsung menyerahkan reward mobil tersebut.

“Cuma Fortuner saja yang dikasih (oleh Memiles)," ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello sesaat sebelum diperiksa sebagai saksi dalam kasus investasi ilegal Memiles di Markas Polda Jatim di Surabaya pada Selasa, 14 Januari 2020.

Artis kedua yang dipanggil polisi adalah Marcello Tahitoe alias Ello. Ia datang ke Mapolda Jatim, hanya berselang sehari dengan Eka Deli. Berikutnya, polisi juga memeriksa desainer kenamaan Adjie Notonegoro dan artis beken Judika. Polisi mengatakan, para artis tersebut masih diperiksa sebagai saksi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut