Omnibus Law Cilaka, Digadang Pemerintah Diprotes Pekerja

Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa menentang omnibus law di DPR
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Penggunaan alat negara seperti ini menyerupai kerja Kepolisian kolonial Hindia Belanda yang ditugaskan memata-matai, menangkap, dan menyiksa rakyat saat itu.

img_title Kadin: Investasi Dalam Negeri Tembus Rp 2.000 triliun di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Sementara itu, Presiden Jokowi menganggap omnibus law penting untuk menyederhanakan ribuan aturan yang ada di Indonesia. Ia menegaskan, keberadaan Rancang Undang Undang Omnibus Law yang mencakup sejumlah aturan di dalamnya penting dilakukan saat ini lantaran kemajuan zaman yang begitu cepat.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo tinjau kapal selam Alugoro

img_title Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

Menurut catatan presiden, saat ini terdapat sekitar 8.451 peraturan pusat dan 15.985 peraturan daerah. Ribuan aturan itu menunjukkan Indonesia mengalami hyper regulasi atau obesitas regulasi yang berujung terjerat oleh aturan yang dibuat sendiri. 

"Kita harus menyederhanakan, mulai dari PP, Perpres, Permen, Perdirjen, Perda harus kita sederhanakan. Wajib memangkas kerumitan-kerumitan agar kita menjadi bangsa yang memiliki daya saing, kompetitif di tingkat dunia," kata Jokowi.

img_title Suahasil Pede Investasi di RI Tumbuh 7% pada 2027, Ini Faktornya

Berdasarkan temuan di lapangan, ujar presiden, sering kali gemuknya aturan menghambat kemajuan bahkan membuat Indonesia kalah bersaing dengan negara lain. Belum lagi, lanjutnya, lambatnya kemajuan juga dipengaruhi ketidaksesuaian regulasi yang dikeluarkan antara pemerintah pusat dengan daerah.

"Buat aturan turunan yang terlalu banyak, yang tidak konsisten, yang terlalu rigid, dan mengekang ruang gerak kita sendiri," ujarnya menegaskan. 

Keinginan presiden untuk segera mengesahkan RUU Cilaka sepertinya mendapat sambutan hangat dari Dewan Perwakilan Rakyat RI. Ketua DPR Puan Maharani menolak mengatakan bahwa Presiden Jokowi melakukan lobi terhadapnya. Namun, ia mengakui pernah bertemu Jokowi dalam sebuah acara makan siang dan menikmati ayam panggang bersama-sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puan juga mengatakan telah meminta pemerintah menyerahkan draf omnibus law setelah presiden menerima surat prolegnas dari DPR. Bagaimanapun, ujar Puan, omnibus law ini baru pertama kali akan diberlakukan. Oleh karena itu ia berharap pemerintah mengajukan aturan tersebut sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan. Ia juga mengatakan, telah meminta pemerintah juga menyosialisasikan draf omnibus law kepada publik agar tidak menimbulkan kegaduhan dan tak ada pihak yang dirugikan.

"Bukan hanya menghindari (kegaduhan), justru saya ingin membuka bahwa tidak ada yang ditutupi dalam pembahasan omnibus law ini karena memang semangatnya adalah untuk kebaikan perekonomian dan investasi serta membuka lapangan kerja dan tentu saja menggeliatkan sektor ril itu semakin lebih baik," kata Puan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut