Kisruh Corona di Natuna

Warga Natuna tolak lokasi observasi 245 WNI dari Wuhan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Cherman

Ia mengatakan, tempat karantina WNI dari Wuhan yang berada di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau jaraknya tak jauh dari permukiman warga. Jaraknya hanya sekitar 1,5 km dari permukiman warga.

img_title Jajaki Kerja Sama dengan Pertamina dan Medco, Raksasa Migas Kuwait Bakal Garap Proyek di Blok Natuna

"Jarak dari hanggar ke permukiman masyarakat itu dari hanggar ke Penagi itu hanya 1,2 km. Dari kantor saya itu hanya 1,4-1,7 km. Kan ada juga yang menyatakan jarak aman 2-3 km. Nah jadi kami resah dong, di bawah 2 km," ujarnya menegaskan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal juga mengatakan, hanggar lokasi karantina memang tak jauh dari permukiman warga. Jaraknya tak sampai 2 km. "1,7 km beda saja itu, pering juga di belakang hanggar itu, tak sampai itu 2 km," kata Abdul.

img_title Resmikan 2 Lapangan Migas dengan Investasi Rp 9,85 Triliun di Natuna, Prabowo: Tonggak Penting Capai Swasembada Energi

Tak Ada Sosialisasi

Kekhawatiran warga Natuna yang berujung pada penolakan kedatangan WNI dari Wuhan bukan semata karena takut tertular. Tapi sikap pemerintah pusat yang tak memberikan informasi memadai dan jelas tentang virus corona, penularan, dan bagaimana penangangannya tak sampai ke warga Natuna. Kepanikan warga, karena hanya mendapat informasi dari televisi dan media sosial, membuat warga menjadi resisten. 

img_title Dua Lapangan Minyak Diresmikan, Presiden Prabowo: Ini Tonggak Capai Swasembada Energi

Andes menjelaskan faktor yang menyebabkan warga setempat meradang soal karantina WNI di Wuhan terkait virus Corona. Menurutnya, karena ada pernyataan seorang dokter di media massa yang membuat warga Natuna tersinggung.

"Mengapa masyarakat panik? Ada ibu dokter di media massa bilang apakah Natuna itu yang pulau kecil dan penduduknya sedikit. Walaupun sedikit kami garda terdepan perbatasan Indonesia," kata Andes Putra. Tapi Andes tak menjelaskan, siapa ibu dokter yang ia maksud.  

Tempat WNI dari Wuhan akan diobservasi di Natuna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andes lalu meluruskan, warga Natuna bukan menolak kedatangan WNI dari China, melainkan ingin ada komunikasi yang jelas dari pemerintah pusat. Sebab, sama sekali tak ada komunikasi dari pemerintah pusat soal karantina di Natuna untuk WNI yang dievakuasi dari China. 

Andes juga menyesalkan sikap Menteri Kesehatan yang tak mengangkat telpon ketika ia mencoba menghubungi untuk meminta kejelasan. "Kok begitu saya telepon enggak diangkat. Padahal pak Menkes mengatakan akan ada kalau ada yang dibutuhkan," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut