Kisruh Corona di Natuna
- ANTARA FOTO/Cherman
Ia mengatakan, tempat karantina WNI dari Wuhan yang berada di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau jaraknya tak jauh dari permukiman warga. Jaraknya hanya sekitar 1,5 km dari permukiman warga.
"Jarak dari hanggar ke permukiman masyarakat itu dari hanggar ke Penagi itu hanya 1,2 km. Dari kantor saya itu hanya 1,4-1,7 km. Kan ada juga yang menyatakan jarak aman 2-3 km. Nah jadi kami resah dong, di bawah 2 km," ujarnya menegaskan.Â
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal juga mengatakan, hanggar lokasi karantina memang tak jauh dari permukiman warga. Jaraknya tak sampai 2 km. "1,7 km beda saja itu, pering juga di belakang hanggar itu, tak sampai itu 2 km," kata Abdul.
Tak Ada Sosialisasi
Kekhawatiran warga Natuna yang berujung pada penolakan kedatangan WNI dari Wuhan bukan semata karena takut tertular. Tapi sikap pemerintah pusat yang tak memberikan informasi memadai dan jelas tentang virus corona, penularan, dan bagaimana penangangannya tak sampai ke warga Natuna. Kepanikan warga, karena hanya mendapat informasi dari televisi dan media sosial, membuat warga menjadi resisten.Â
Andes menjelaskan faktor yang menyebabkan warga setempat meradang soal karantina WNI di Wuhan terkait virus Corona. Menurutnya, karena ada pernyataan seorang dokter di media massa yang membuat warga Natuna tersinggung.
"Mengapa masyarakat panik? Ada ibu dokter di media massa bilang apakah Natuna itu yang pulau kecil dan penduduknya sedikit. Walaupun sedikit kami garda terdepan perbatasan Indonesia," kata Andes Putra. Tapi Andes tak menjelaskan, siapa ibu dokter yang ia maksud. Â
![]()
Andes lalu meluruskan, warga Natuna bukan menolak kedatangan WNI dari China, melainkan ingin ada komunikasi yang jelas dari pemerintah pusat. Sebab, sama sekali tak ada komunikasi dari pemerintah pusat soal karantina di Natuna untuk WNI yang dievakuasi dari China.Â
Andes juga menyesalkan sikap Menteri Kesehatan yang tak mengangkat telpon ketika ia mencoba menghubungi untuk meminta kejelasan. "Kok begitu saya telepon enggak diangkat. Padahal pak Menkes mengatakan akan ada kalau ada yang dibutuhkan," ujarnya.