Misteri Tagihan Listrik Ugal-ugalan

Petugas PLN memeriksa meteran listrik.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Jagat media sosial riuh gara-gara tagihan listrik banyak pelanggan bulan Juni melonjak. Ada yang mengaku kenaikan tagihan hingga dua kali lipat meski tingkat konsumsi minim. Bahkan ada juga yang mengklaim kenaikan mencapai berlipat-lipat, sehingga total tagihan menjadi tak wajar.

img_title Ciri-ciri Pria Tewas Tersengat Listrik di Gardu LRT Pancoran: Rambut Gondrong Beruban dan Pakai Sweater Biru

Masyarakat mengeluhkan kenaikan tagihan yang ugal-ugalan itu dengan langsung mendatangi kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. Sebagian yang lain menumpahkan kekesalan mereka di media sosial yang disatukan dalam tanda pagar #rezimlaknat untuk memprotes PLN yang seolah-olah diam-diam menaikkan tarif listrik selagi masyarakat bertahan dari kesulitan ekonomi akibat wabah virus corona.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PLN menepis kecurigaan sebagian kalangan bahwa perusahaan negara itu telah menaikkan tarif dasar listrik, atau menerapkan pola subsidi silang antara pelanggan golongan tertentu dengan golongan yang lain. Tarif tetap normal, PLN berdalih, tetapi konsumsi masyarakatlah yang meningkat sehingga wajar saja kalau terjadi lonjakan tagihan.

img_title Bahlil Usulkan Subsidi Listrik 2027 Naik Jadi Rp 117,84 Triliun, Simak Penjelasannya

Tak ada pencatatan

Lonjakan jumlah tagihan listrik itu bagaikan serangan tiba-tiba terhadap masyarakat setelah hampir tiga bulan lamanya menaati anjuran pemerintah untuk lebih banyak beraktivitas di rumah demi mencegah penularan Covid-19. Kepatuhan untuk berdiam di rumah selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat menalar, ternyata berbayar, alih-alih gratis atau berhemat.

img_title Dongkrak Pariwisata Daerah, PLN Bantu Perkuat Pengelolaan Desa Wisata Candirejo via Program PETIR

Tetapi argumentasi PLN tidak begitu. Justru karena PSBB-lah konsumsi listrik melonjak akibat masyarakat lebih banyak berkegiatan di rumah yang menggunakan listrik, kata Direktur Niaga dan Pelayanan PLN Bob Sahril.

Ringkasnya, lebih banyak beraktivitas di rumah—bekerja di rumah, belajar di rumah, beribadah di rumah, dan lain-lain—selama masa PSBB, disadari atau tidak, telah menaikkan konsumsi listrik dibandingkan hari-hari normal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masalahnya tidak semua yang mengalami lonjakan tagihan itu mengonfirmasi dalih PLN. Sebab, banyak di antara mereka yang telah mengurangi konsumsi listrik, bahkan ada yang rumahnya lebih sering kosong, tetapi tagihan naik gila-gilaan juga. Bahkan ada yang rumahnya sudah lama kosong karena tidak ditinggali namun tagihan ratusan ribu rupiah.

Untuk permasalahan itu, PLN beralasan, selama masa pembatasan aktivitas, petugas pencatat kWh meter alias meteran listrik memang tidak mengecek langsung ke rumah-rumah pelanggan. Karena itu, tidak ada catatan riil tentang konsumsi listrik para pelanggan. PLN menetapkan nilai tagihan hanya berdasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik selama tiga bulan terakhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut