Misteri Tagihan Listrik Ugal-ugalan
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia memaklumi argumentasi PLN. Soalnya perusahaan itu memang telah memperkirakan bahwa ada sekitar 1,9 juta pelanggannya yang tagihan listriknya akan melonjak mulai 50-200 persen, bahkan lebih. Petugas PLN memang tidak dapat memeriksa dan mencatat jumlah konsumsi pelanggan karena PSBB, atau kompleks rumah pelanggan yang dikarantina.
Tidak semua konsumen juga mengirimkan foto posisi akhir stand kWh meternya via aplikasi WhatsApp, sebagaimana yang PLN sarankan. Akhirnya PLN menggunakan jurus pamungkasnya, yakni menggunakan pemakaian rata-rata tiga bulan terakhir, yang hasilnya tagihan listrik sejumlah pelanggan berlipat-lipat.
Masalahnya, menurut Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, saluran-saluran pengaduan konsumen yang disediakan oleh PLN tidak optimal. Masyarakat malahan banyak mengadukan itu kepada YLKI, alih-alih PLN, yang berarti kanal pengaduan PLN belum optimal.
Sosialisasi PLN terhadap masyarakat juga tidak optimal, sehingga masyarakat tidak mengerti betul duduk persoalan dan musababnya serta tak tahu apa yang harus mereka lakukan.