Kontroversi Makam Letnan Kolonel Heru Atmojo
- www.facebook.com
Menurut Chandra, pihak keluarga lah yang menginginkan makam Letkol Heru dipindah dari Taman Makam Pahlawan Kalibata. Akhirnya, pembongkaran dan pemindahan makam pada 27 Maret 2011 itu dilakukan dan disaksikan keluarga.
Chandra melanjutkan, Heru Atmojo semasa hidupnya memang memiliki bintang tanda jasa yang dijadikan pertimbangan untuk bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Meski begitu, kata dia, bintang tanda jasa itu bisa dicabut bila yang bersangkutan melakukan kesalahan.Â
Heru dimakamkan di Kalibata karena menyandang Bintang Gerilya, penghargaan terhadap mereka yang pernah berjuang melawan penjajah pada masa perang kemerdekaan. Â
Apakah kesalahan yang dimaksud pernah terlibat G30S/PKI? TNI AU tidak ingin berkomentar banyak, karena hal itu merupakan tuduhan serius. "Kami tidak ingin justifikasi. Itukan urusan sejarah apakah dia terlibat atau tidak. Sementara ini saya pastikan kalau alasan kepindahannya karena permintaan keluarga," tegas Chandra.Â
Berbeda dengan keterangan Chandra, Kepala Dinas Penerangan Umum TNI Kolonel Minulto Suprapto menegaskan bahwa saat diteliti Heru Atmojo tidak memenuhi syarat untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. "Pak Heru Atmojo, setelah diadakan penelitian, ternyata tidak masuk kriteria yang dapat dimakamkan di TMP Kalibata. Karena. itu makamnya dipindahkan," kata Kolonel Minulyo saat di konfirmasi VIVAnews.com.
Meski begitu, Markas Besar TNI belum bisa memastikan alasan pemindahan makam Heru Atmojo itu memang lantaran almarhum pernah terlibat Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) atau bukan. "Apa ada keterlibatan Beliau dengan PKI, untuk itu bisa ditanyakan ke Angkatan Udara," kata Minulyo.Â
Tapi penjaga makam di Taman Makam Pahlawan punya jawaban lebih jernih dan tegas. Menurut salah satu penjaga makam, pembongkaran memang dilakukan karena Heru diduga terlibat G30S/PKI. "Waktu itu kurang teliti dalam memeriksa surat-suratnya. Jadi tidak tahu kalau dia terlibat PKI," jelas penjaga makam itu.
Kontroversi Soal PKI
Sesudah menerbangkan pesawat tempur penumpas pemberontakan, tahun 1961 Heru Atmojo ditarik ke Markas Angkatan Udara. Semenjak tanggal 1 April 1965. dia diangkat menjadi Wakil Direktur Intelegen Angkatan Udara Indonesia.