Airbag Maut, Raksasa Otomotif Tarik Jutaan Mobil

Ilustrasi Airbag.
Ilustrasi Airbag.
Sumber :
  • www.inautonews.com

VIVAnews - Dunia otomotif khususnya roda empat saat ini tengah terpukul dengan permasalahan kantung udara alias airbag. Kasus tersebut kini sedang dialami sejumlah raksasa otomotif dunia.

Banyak pihak pun kemudian memicingkan pandangannya ke Takata Corp, produsen komponen keselamatan yang digunakan para produsen otomotif itu. Bagaimana tidak, sebanyak 7,7 juta mobil yang menggunakan airbag buatan pabrikan tersebut mengalami masalah, dan terpaksa harus ditarik dari peredaran.

Penarikan mobil yang terkait dengan airbag Takata saat ini tengah berlangsung di Amerika Serikat (AS) dan Meksiko.

Sejumlah raksasa otomotif yang menjadi korbannya yakni hampir selusin produsen mobil, mulai dari Honda, Toyota, Nissan, General Motors, Chrysler, Mazda, Mitsubishi, Ford, Dodge, hingga BMW.

Berdasarkan data yang dilaporkan New York Times, terdapat 139 korban luka-luka akibat airbag buruk besutan Takata. Bahkan, termasuk dua di antaranya tewas akibat terkena serpihan inflator airbag.

Menurut Times, Honda dan Takata diduga tahu tentang adanya kerusakan sejak tahun 2004, namun tidak memberitahu kepada Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dalam pengajuan recall sebelumnya (yang dimulai 2008).

Sementara itu, dilaporkan Autoevolution, Toyota Amerika melakukan perbaikan massal alias recall terhadap sekira 877 ribu mobil-mobilnya, yang meliputi Corolla, Matrix, Sequoia SUV, dan Tundra. Mobil-mobil itu merupakan kelahiran 2001 hingga 2004. Selain model di atas, ada pula Lexus dua pintu yang terkena recall, yakni SC430.

Recall ini dikatakan 'melukai hati' konsumen Toyota di sana. Padahal, saat ini Toyota sedang asyik-asyiknya menikmati keuntungan yang didapat, berkat naiknya penjualan produk mereka di Amerika.

Agustus lalu Toyota membukukan penjualan sebanyak 710 ribu unit. Selain itu, naiknya selisih kurs tukar mata uang dan pengurangan biaya produksi juga menjadi penyumbang keuntungan yang didapat Toyota tahun ini.

Reaksi Keras Honda

Kondisi terpukul kini juga tengah dialami Honda Motors. Diketahui, Honda merupakan produsen mobil yang sebagian besar mobilnya menggunakan airbag lansiran Takata Jepang. Data Caranddriver menyebutkan, Honda melakukan recall terhadap sekira 5 jutaan mobil-mobilnya lansiran 2001-2007.

Mobil-mobil tersebut di antaranya yakni Accord (2001-2005); Civic (2002-2006); CR-V (2002-2004); Odyssey (2003-2011); Elemen (2003-2007), dan mobil terbaru mereka Honda Fit (Jazz).

Reuters melaporkan, Fit yang terkena dampak recall bahkan memantik reaksi Dewan Honda. Bahkan naik pitam.

Terlebih mendengar informasi yang menyebutkan jika Honda bergeming saat menemukan indikasi tersebut pada mobil-mobil lainnya sejak 2004.

Tak mau tinggal diam, Honda Motors Co kemudian melayangkan sanksi kepada Chief Executive Officer (CEO)-nya, Takanobu Ito, beserta 12 pejabat Honda lainnya. Sanksi tersebut berupa pemotongan gaji sebesar 20 persen. Sementara pejabat lainnya termasuk Executive Senior, Fumihiko Ike, dan Executive Vice President, Tetsuo Iwamura, mendapatkan potongan gaji sebesar 10 persen.

Dalam laporan tersebut, hukuman itu dinilai pantas dilayangkan mengingat sejumlah pejabat itu memiliki peranan penting dalam pengambilan kebijakan saat memilih Takata untuk didapuk pada mobil-mobil Honda.

"Pelanggan kami telah terganggu, dan kami sangat menyesal," kata Juru bicara Honda, Akemi Ando. "Setelah mengumumkan recall Fit (Jazz) terbaru, saham Honda bahkan turun 1,4 persen pada hari Kamis."

Honda juga mengatakan telah menunjuk Senior Managing, Koichi Fukuo, untuk mengawasi peningkatan kualitas di seluruh organisasi. Hal ini pertama kalinya dalam sejarah ada peran tersebut.

Kini, Honda menyatakan juga tengah menempuh jalur hukum kepada Takata terkait produknya yang buruk, dan telah menimbulkan korban luka dan korban jiwa, termasuk membuat rusak citra produk Honda.

Kerusakan Inflator

Sementara itu, NHTSA menyatakan jika masalah yang terjadi pada airbag Takata berada pada bagian inflator-nya.

Inflator merupakan alat berbentuk kapsul yang menyimpan butiran-butiran peledak sebelum akhirnya meluncur deras ke kantong udara hingga mengembang.

"Menanggapi penarikan ini, baik mobil lama atau baru adalah penting untuk keselamatan pribadi, dan akan membantu investigasi yang kami lakukan terhadap airbag Takata. Kantung udara ini memiliki masalah. Selain inflator, salah satu faktor lainnya yakni kelembaban tinggi dan suhu," tutur Wakil Administrator NHTSA, David Friedman.

Terkait hal ini, Friedman juga menyatakan agar para produsen yang mendaulat Takata untuk segera melakukan perbaikan. Hal ini penting agar meminimalkan risiko kematian maupun luka-luka saat pengguna terlibat kecelakaan.

Sementara itu, Reuters menyebutkan Takata yang notabene merupakan produsen airbag terbesar di dunia enggan mengakui jika pihaknya sepenuhnya bersalah dalam kasus airbag.

Meski begitu, Takata mengakui jika penggunaan zat kimia propelan yang digunakan pada airbagnya salah sasaran. Zat itu juga dikatakan tidak disimpan selama perakitan yang menyebabkan inflator airbag logam berdampak buruk pada konsumennya.

"Selain itu, cuaca lembab dan suhu udara yang tak stabil juga menambah masalah ini (airbag)," sebut Takata dalam keterangan resminya.

Menurut dokumen yang diperoleh Reuters, kondisi juga diperburuk setelah pengelasan airbag buruk, termasuk kualitas inflatornya.

Dokumen-dokumen yang sama juga menunjukkan jika pada tahun 2002, pabrik Takata di Meksiko memungkinkan tingkat cacat inflatornya enam sampai delapan kali di atas batas yang dapat diterima. Atau, setiap satu juta inflator, terdapat 60 sampai 80 unit bagian yang cacat.

Dampak Indonesia

Maraknya kasus recall besar-besaran terkait airbag di daratan Amerika dan Meksiko memantik kekhawatiran sejumlah pemilik mobil di Tanah Air. Mereka tentunya risau apakah mobil yang digunakannya masuk dalam daftar kendaraan-kendaraan yang bermasalah.

Menanggapi kasus recall Honda, Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) menanggapi santai. Menurutnya, produk-produk Honda di Indonesia aman dari status recall.

Meski Jazz disebutkan ikut dalam status recall, ia menyatakan jika mobil yang bermasalah berjenis hybrid.

"Honda Jazz yang di-recall hybrid. Di Indonesia kita tidak jual. Sementara mobil lainnya seperti Accord, Odyssey, dan CR-V berbeda dengan mobil di Indonesia," sebut Jonfis kepada VIVAnews.

Kendati demikian, ia tak menampik jika Honda di Indonesia menggunakan airbag jenis Takata. Namun, karena mobil di Amerika dan Indonesia berbeda, piranti airbag Takata pun disebutkannya berbeda.

"Ya (gunakan), seperti industri lainnya kebanyakan berasal dari Takata. Tetapi barangnya berbeda," tukasnya.

Jonfis juga menjelaskan mengapa airbag pada mobil-mobil Honda di Amerika bermasalah. Kata dia, airbag sebenarnya mengembang, namun kasus di Amerika ada partikel-partikel di dalam inflator yang dapat menciderai pembesutnya.

"Intinya produknya (Takata) lain. Produk-produk Honda di Tanah Air aman," tegasnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM), Rahmat Samulo. Menurutnya, produk Toyota yang kena status recall di Amerika dan Meksiko berbeda dengan produk-produknya di Indonesia.

"Recall di sana tidak terkait dengan kami di sini (Toyota Indonesia). Kami sudah melakukan pengecekan. Seluruh itemnya (mobil dan parts) tidak sama," tegas Samulo kepada VIVAnews.

Ia memastikan, produk-produk Toyota di Tanah Air aman meskipun ia mensinyalir jika Toyota di Tanah Air juga menggunakan airbag lansiran Takata.

"Setiap ada permasalahan teknis di luar sana, kami selalu melakukan pengecekan. Artinya kami selalu komitmen terkait technical problem. Andaipun ada perbaikan, kami akan sampaikan ke konsumen kami," tuturnya.

Aura positif juga disampaikan Budi Nur Mukmin, General Manager (GM) Marketing Strategy and Communication Division PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Meski Nissan Indonesia juga menggunakan produk airbag Takata, ia menyampaikan produk-produknya aman dari permasalahan seperti yang marak terjadi di Amerika dan Meksiko.

"Tidak ada masalah, aman. Kami tidak ada produk yang kena recall," singkatnya kepada VIVAnews.

Berikut data mobil yang terkena recall akibat airbag Takata melansir Caranddriver:

BMW = 627.615 unit

Sedan seri 3 (2000-2005)
Coupe Seri 3 (2000-2006)
Seri 3 Wagon (2000-2005)
Seri 3 Convertible (2000-2006)
M3 Coupe (2001-2006)
M3 Convertible (2001-2006)

Chrysler = 371.309 unit

Chrysler 300 (2005-2008)
Chrysler Aspen (2007-2008)
Dodge Ram 1500 (2003-2008)
Dodge Ram 2500 (2005-2008)
Dodge Ram 3500 (2006-2008)
Dodge Ram 4500 (2006-2008)
Dodge Ram 5500 (2008)
Dodge Durango (2005-2008)
Dodge Dakota (2005-2008)

Ford = 58.669 unit