Uang Muka Rendah Tak Jamin Otomotif Moncer
- VIVAnews/Muhamad Solihin
“Apabila hanya uang muka saja (yang diturunkan), tidak akan terlalu berpengaruh. Bagaimana dengan cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan?” ujar Gunadi.
Sales and Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Bobby Bharata, mengungkapkan hal yang serupa. Menurut dia, yang bisa membuat konsumen tertarik untuk kembali membeli kendaraan adalah cicilan yang ringan, bukan uang muka rendah.
“Karena kita belum tahu secara pasti, jadi masih menerka DP murah itu cicilannya bagaimana. Paling, ya, mungkin hampir sama saja dengan sistem saat ini, cuma saya rasa sih, penurunan DP itu akan ditambah ke cicilan. Dibandingkan DP, mending cicilan yang diturunkan,” tutur Bobby.
Ubah strategi penjualan
Tanpa ada kepastian mengenai kapan berakhirnya masa suram penjualan produk otomotif di Indonesia, para produsen mau tidak mau harus mengubah strategi penjualan. Mahalnya biaya impor beberapa komponen akibat melemahnya rupiah membuat produsen mobil dan motor mau tidak mau menaikkan sedikit harga jual.
Upaya ini sudah mulai dilakukan oleh beberapa produsen sepeda motor. Dari beberapa brosur penawaran yang ditawarkan diler-diler di Pekan Raya Jakarta Kemayoran, terlihat kenaikan harga beberapa tipe sepeda motor.
Salah satu langkah yang diambil produsen adalah meningkatkan pelayanan purna jual pada konsumen. Hal ini dilakukan sembari menunggu menguatnya daya beli masyarakat. Jalinan hubungan yang erat dengan konsumen diperlukan, agar saat ekonomi membaik, konsumen akan tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.
“Kami hingga saat ini tetap meningkatkan pelayanan, mulai dari proses kredit yang cepat, pelayanan spare part, dan servis pastinya. Karena, kondisi ekonomi yang sulit akan membuat konsumen memiliki banyak permintaan,” ujar General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya.
Sementara itu, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memiliki trik khusus untuk menaikkan penjualan sesudah Lebaran. Caranya adalah dengan memberi potongan harga sebesar Rp2,5 juta kepada setiap peserta mudik bareng Yamaha. Potongan harga ini hanya berlaku khusus untuk pembelian motor Yamaha. (art)