Runtuhnya Ekonomi Negara Para Dewa

Melihat Sejumlah Pria Berpakaian ala Tentara Yunani Kuno
Sumber :
  • REUTERS/Marko Djurica
VIVA.co.id
img_title Migran Tewas Akibat Kebakaran di Kamp Pengungsi Yunani
- Pekan ini mungkin menjadi hari paling menegangkan dalam sejarah Yunani. Sebab, Selasa 30 Juni 2015, merupakan tanggal jatuh tempo pembayaran utang negeri para dewa tersebut kepada krediturnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Kedatangan Obama ke Yunani Disambut Demonstrasi
Setelah proposal restrukturisasi utang ditolak sebagian besar negara Uni Eropa, Perdana Mentri Yunani, Alexis Tsipras memilih untuk menyerahkan keputusan terkait penyelesaian krisis ini kepada masyarakat melalui perwakilannya di parlemen, dengan cara referendum, atau pemungutan suara. 

img_title Yunani Akan Bangun Masjid Besar di Athena
Pilihannya, apakah menyetujui pemotongan anggaran gaji, pensiun, dan penghematan anggaran, serta kanaikan pajak yang diusulkan oleh kreditur. Pilihan kedua, seluruh rakyat Yunani menanggung segala konsekuensi dan risiko kebangkrutan dari gagal bayar utang sebesar US$1,77 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF), salah satunya didepak dari zona Uni Eropa 

Dilansir dari Reuters, Senin 29 Juni 2015, Tsipras telah mengumumkan referendum yang akan dilakukan pemerintah Yunani pada minggu malam secara resmi melalui media televisi setempat kepada masyarakat.

Dalam pengumuman tersebut, dia juga mengumumkan penutupan operasional perbankan, sebagai upaya kontrol modal mencegah perbankan di negara tersebut dari kebangkrutan. 

Presiden Prancis, Francois Hollande mengimbau Tsipras untuk sesegera mungkin kembali ke meja perundingan dengan konselir Jerman, Angela Merkel untuk mencari solusi yang terbaik. Mengingat, Jerman juga merupakan salah satu kreditur terbesar Yunani saat ini. 

Saham bank Eropa turun tajam pada perdagangan Senin. Saham perbankan dari Spanyol, Perancis, dan Jerman memimpin penurunan dengan lebih dari enam persen. 

Perbankan di kawasan Yunani, akan ditutup setidaknya sampai 5 Juli yang merupakan tanggal referendum akan dilakukan. Penarikan dari mesin teller otomatis juga akan dibatasi sampai 60 euro per hari, bursa di negara tersebut otomatis ikut ditutup. 

Kebangkrutan negara para dewa tersebut tidak hanya akan mengakibatkan gejolak di pasar keuangan kawasan Eropa. Tetapi, juga akan berpengaruh secara global, negara-negara berkembang seperti Indonesia secara otomatis akan terdampak. 



Krisis Yunani hantui mata uang global 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Kepala Ekonomi Bank Central Asia David Sumual dalam sebuah diskusi di tvOne berpendapat, krisis Yunani saat ini tidak berdampak besar terhadap pasar keuangan global. Apalagi, ukuran ekonomi negara itu hanya 1,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Uni Eropa. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut